Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Banjir Landa Tujuh Desa di Kecamatan Kapas, Dipicu Penyumbatan Sungai di Bawah Jembatan

M. Irvan Romadhon • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:39 WIB
TERGENANG: Jalan Raya Desa Kalianyar tergenang karena jembatan di Jalan Ahmad Yani tersumbat sampah.
TERGENANG: Jalan Raya Desa Kalianyar tergenang karena jembatan di Jalan Ahmad Yani tersumbat sampah.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banjir melanda tujuh desa di Kecamatan Kapas pascahujan deras Selasa (10/2) malam. Menumpuknya air di Desa Wedi, hingga Desa Kalianyar itu karena ada penyumbatan sampah dan material sisa pembangunan di bawah jembatan Jalan Ahmad Yani.

Warga berharap pemerintah segera membersihkan sampah bawah jembatan, agar air di bawah melintasi rel kerata api dan jalan nasional itu bisa mengalir maksimal hingga bengawan solo.

‘’Jalan air keluar cuma dua. Jembatan dekat SMT Tikusan dan jembatan balong dowo (Jalan Ahmad Yani),’’ kata Abdul Rouf, Perangkat Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas.

Sementara itu, menurut warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas, banjir dipicu hujan deras terjadi sekitar pukul 19.00. Mulai reda di 21.30, namun hujan dengan intensitas rendah kembali menggugur hingga pukul 24.00. Dia mengatakan, saat hujan deres masih berlangsung ketika itu juga banjir mulai melanda sekitar rumahnya pukul 20.00. ‘’Alhamdulillah mulai surut tadi (kemarin, red) pagi pukul 08.00,’’ katanya.

Dia menyesalkan kejadian terjadi karena hujan deras dan minimnya saluran air atau gorong-gorong. ‘’Biasanya sampai di samping-samping rumah saja. Karena air enggak tahu mau kebuang ke mana. Karena rumahku belum ada saluran air atau got. Jadi, samping rumah tidak bisa menampung air,’’ sesalnya.

Dia menambahkan, keluhan minimnya gorong-gorong sudah sering disampaikan ke pihak desa. Namun, belum ada tindak lanjut. ‘’Sudah dari dulu (diajukan, red), tapi belum ada tindakan sampai sekarang. Warga sudah capek lapor terus tapi belum turun (programnya, red),’’ ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Bakalan, Kecamatan Kapas Listiyono mengatakan, wilayahnya juga terdampak banjir akibat hujan deres. Setidaknya 112 rumah terendam. Menurutnya, masalah bukan di gorong-gorong. ‘’Kalau gorong-gorong lancar. Tapi, hujan tiga jam apalagi sangat lebat. Soalnya air dari selatan seperti Desa Kapas, Plesungan, Mojodeso larinya ke utara semua. Jadi, air kewalahan. Kalau biasanya banjir ini dari Bengawan Solo,’’ bebernya.

Sementara itu, Camat Kapas Zenny Bachtiyar menyampaikan, ada tujuh desa terendam banjir Selasa malam. Di antaranya Desa Wedi, Desa Kalianyar, Desa Tikusan, Desa Sukowati, dan Desa Mojodeso. ‘’Serta, Desa Plesungan dan Desa Bakalan,’’ jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi menyampaikan, terjadi banjir luapan akibat hujan deras di enam desa di Kecamatan Kapas. Banjir di area lingkungan warga itu dengan ketinggian sekitar 20-60 cm. "Personil BPBD ke lokasi untuk asesmen. Dari PU SDA memompa air untuk mempercepat penurunan debit air yang di Desa Bakalan," jelasnya.

Dia memaparkan, jumlah terdampak banjir luapan mencapai 508 KK. Rinciannya 117 KK di Desa Wedi; 54 KK di Desa Kalianyar; 34 KK di Desa Tikusan; 121 KK di Desa Sukowati; serta 112 KK di Desa Bakalan. "Dan, 70 KK di Desa Mojodeso," paparnya.

Pompa air yang dipasang Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro di Jalan Pattimura dipastikan bisa mempercepat genangan surut. Terlebih pompa air bisa berfungsi dengan baik. Sehingga genangan air tak berlangsung lama.

Kepala Bidang (Kabid) Air Baku dan Irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro Bungku Susilowati mengatakan sudah ada pompa di Jalan Pattimura. Pemasangan pompa air tersebut merupakan upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengatasi genangan di jalan itu ketika hujan deras terjadi.

Bungku mengaku pompa air tersebut bisa mempercepat genangan surut. Sekitar 20 menit genangan air sudah teratasi.

''Karena itu genangan lebih cepat surut juga," ujarnya.

Menurut Bungku genangan air di Jalan Pattimura terjadi akibat hujan deras. Namun dengan pompa air yang berfungsi dengan baik, genangan air tersebut bisa surut lebih cepat. (yna/irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Desa #kapas #bengawan solo #hujan deras #jembatan #banjir #Hujan #bojonegoro #material #kepala desa #Air #kalianyar #Jalan Nasional