RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Peternak sapi tentu gelisah, setelah ada kejadian dua ekor sapi mendadak mati karena terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),
Setelah didalami, ternyata setelah dua ekor sapi di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo mati, instansi terkait mencatat sebanyak 60 sapi terjangkit penyakit mematikan itu.
Butuh solusi agar populasi di Bojonegoro tetap terjaga, dan tidak merugikan peternak lainnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro Lutfi Nurrahman menyampaikan, masih terus melakukan pendataan sebaran kasus tersebut. “Sampai 2 Februari 2026 ada 60 ekor yang terjangkit pmk,” terangnya.
Sebagai langkah pengendalian, disnakkan menggencarkan program vaksinasi PMK. Sebelumnya, sepanjang 2025 lalu, sebanyak 46.150 dosis vaksin PMK diselesaikan sebagai bagian dari upaya menekan dampak wabah terhadap peternak sapi potong di Bojonegoro.
Sementara itu, virus PMK diketahui telah mengancam peternak sapi di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Hingga Sabtu (31/1) dua ekor sapi mati dan 10 sapi lainnya telah terpapar virus.
Pembina KTT Ustan Mandiri Muhammad Ali mengatakan, kelompoknya telah menerapkan langkah pencegahan ketat. "Vitamin ternak wajib diberikan dua kali seminggu dan penyemprotan disinfektan dilakukan secara rutin untuk melindungi sapi dari penularan PMK," terangnya. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko