Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Usai Kejadian Keracunan di SMPN 1 Blora, SPPG Karangjati 1 Diberhentikan Sementara

Rahul Oscarra Duta • Sabtu, 29 November 2025 | 14:15 WIB
DUGAAN KERACUNAN: Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini menjenguk korban dugaan keracunan MBG di RS DKT Blora.
DUGAAN KERACUNAN: Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini menjenguk korban dugaan keracunan MBG di RS DKT Blora.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program MBG di SMPN 1 Blora diberhentikan sementara imbas keracunan massal yang dialami ratusan siswa setempat. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Satgas MBG Blora Sri Setyorini, Kamis (27/11).

Menurutnya, imbas pemberhentian sementara itu, sasaran dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangjati 1 berhenti secara keseluruhan. "Sementara off semua dari penerima manfaat. Sebab, ada pemberhentian dari BGN (Badan Gizi Nasional)," ujarnya.

Disisi lain, Ketua Satgas Blora itu juga mengungkapkan bahwa beberapa siswa yang telah ditemui dirumah sakit mengaku masih trauma terhadap makanan MBG. "Jadi tadi yang saya temui masih trauma. Ini berhenti sampai menunggu traumanya hilang, dan hasil lab keluar," katanya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Nur Betsia Bertawati, menjelaskan korban terduga keracunan MBG, baik di RS Dinas Kesehatan Tentara (DKT) maupun RSUD Blora, tercatat 122 kasus

Menurutnya, untuk obat yang diberikan para siswa, sesuai dengan keluhan yang dialami. Baik dari mual, muntah, hingga diare. "Kalau mual muntah ya diberi obat anti mual dan muntah, dan ada yang diare diberi obat diare," katanya.

Dinkesda Blora juga sudah melakukan penyelidikan epidemiologi, yaitu melakukan kunjungan ke SPPG, dan memeriksa SLHS dan penerapan SOP dapur. "Selain itu kita juga memeriksa kondisi bangunan dan peralatan yang digunakan. Penyajian makanan hingga proses distribusi makanan ke penerima manfaat,” jelasnya.

Ia menegaskan belum dapat memastikan penyebab dari keluhan ratusan siswa, sebelum hasil uji labolatorium keluar. Balai Labolatorium Kesehatan (BLK) Semarang, diperkirakan hasil itu akan keluar sekitar 1 Minggu.

"Saat ini masih terduga keracunan. Saat ini masih melakukan pemeriksaan sampel, baik dari makanan, fases hingga muntahan atau sampel air, kita kirim ke BLK Semarang, " tambahnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#SMPN 1 Blora #keracunan massal #kesehatan #Makan Bergizi Gratis #SPPG #dapur #dinas kesehatan #keracunan mbg #keracunan #Dinkesda #Mbg #blora