RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peristiwa tidak mengenakkan terjadi pada menu makan bergizi gratis (MBG), yang diberikan kepada penerima manfaat di Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dalam video yang beredar, terlihat menu MBG yang terdiri dari dari tahu, anggur merah, hingga bakso. Di dalam bakso tersebut, terdapat sejumlah ulat yang bergerak dari pentol bakso yang berada di dalam menu makanan tersebut.
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Artika mengatakan, peristiwa tidak mengenakkan tersebut terjadi di Dukuh Medang, Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora, pada Rabu (15/10).
‘’Kejadiannya kemarin, di Medang,’’ ucapnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (16/10).
Pihaknya kemudian melakukan berbagai langkah agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. ‘’Yang pertama tetap kami konfirmasi ke dapur tersebut, itu bener gak, untuk kita konfirmasi kenapa bisa kejadian seperti itu,’’ ujarnya.
Selanjutnya, pihaknya juga sudah memberikan arahan kepada dapur MBG tersebut. ‘’Kemudian memberikan arahan atau nasehat supaya lebih teliti lagi dalam pembelian bahan baku dan lainnya, diperhatikan SOP-nya,’’ imbuhnya.
Namun, Artika mengaku, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan sanksi bagi dapur MBG yang bermasalah. ‘’Kami gak punya kewenangan untuk itu,’’ ujar dia.
Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini menegaskan, pihaknya bakal melaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) apabila dalam menu MBG terdapat ulat.
‘’Jangan sampai ada ulat muncul yang telah disajikan untuk anak. Aku gak tanggung-tanggung, mesti tak viralke ning nggone kepala BGN,’’ tegas dia.
Sri Setyorini mengatakan, pihaknya tidak mau lagi ada aduan atau laporan tentang adanya ulat dalam menu MBG yang disajikan. Sehingga pihaknya secara tegas meminta kepada ahli gizi masing-masing dapur SPPG untuk teliti dalam menyajikan menu makanan.
Sebagai ketua satgas, dirinya mempunyai beban moral untuk mencetak generasi muda saat ini, agar mampu menjadi generasi emas pada Tahun 2045 mendatang.
‘’Setelah rapat siang ini ada ulat di menu, tak lapor ke BGN SPPG-nya. Ben kowe lapor karonan mitramu (supaya kamu lapor dengan mitramu). Ini Bu Ketua Satgas tidak tanggung-tanggung bersikap seperti ini. Karena jangan sampai ulat kok ning jero sego, sing doyan sopo? Gitu nggih? (Jangan sampai ada ulat kok di dalam nasi, yang doyan siapa? Begitu ya?),’’ tandasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana