RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan potensi Tsunami akibat gempa bumi di perairan Sulawesi dan Filipina pada Jumat pagi (10/10), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhirnya mencabut peringatan tersebut pada Jumat sore (10/10).
Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo (M) sebesar 7,6 terjadi di dekat wilayah Mindanao, Filipina. Pusat gempa juga memengaruhi Indonesia, berada di koordinat 7,23° Lintang Utara dan 126,83° Bujur Timur, sekitar 275 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 58 kilometer.
Gempa tersebut sempat mengancam masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara Maluku Utara, dan Papua dengan potensi tsunami. Namun per Kamis sore, masyarakat sudah bisa kembali tenang, dengan pencabutan status peringatan tsunami oleh BMKG.
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Mag:7.4, 10-Okt-25 08:44:00 WIB, dinyatakan telah berakhir,” bunyi status yang tertera di situs Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS) BMKG.
Peringatan tsunami juga resmi dicabut di wilayah Filipina oleh Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVLOCS). "Dampak apa pun karena peringatan tsunami sebagian besar telah berlalu, dan karenanya Departemen Sains dan Teknologi-PHIVOLCS kini membatalkan semua Peringatan Tsunami yang dikeluarkan untuk peristiwa ini," bunyi rilis resmi lembaga tersebut di laman mereka.
Pun demikian, BMKG masih mencatat adanya gempa susulan di wilayah Filipina, dan masih berkutat di wilayah Mindanao. Dua gempa susulan pada Kamis sore tercatat memiliki kekuatan M 4,0 dan M 4,2, namun hanya memiliki kedalaman kurang dari 20 km. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana