Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pengasuh Ponpes Sebut Penambahan Lantai Bangunan jadi Penyebab Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 30 September 2025 | 22:55 WIB
(ANGGER BONDAN/JAWA POS)
(ANGGER BONDAN/JAWA POS)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo ternyata disebabkan oleh kesalahan konstruksi dalam renovasi bangunan. Pondasi bangunan keseluruhan diduga tidak kuat menahan pondasi penambahan lantai musala tersebut.

Sebelumnya, musala tiba-tiba rubuh saat para santri melaksanakan salat asar pada Senin sore. Hingga Selasa sore, tercatat 102 santri menjadi korban, namun 91 diantaranya dapat menyelamatkan diri. Sementara dari 11 korban yang harus dievakuasi oleh tim SAR, tiga diantaranya meninggal dunia di rumah sakit akibat luka berat.

Faktor kesalahan konstruksi tersebut diungkap oleh pihak ponpes pada Senin malam (29/9). Menurut pengasuh ponpes, KH Raden Abdus Salam Mujib, lantai baru musala baru selesai dicor sebelum insiden rubuhnya bangunan.

Tadinya musala tersebut merupakan bangunan dua tingkat, dengan lantai yang dikerjakan menjadi lantai ketiga sekaligus lantai teratas. Lantai pertama telah difungsikan menjadi musala, sementara lantai tiga direncanakan menjadi balai pertemuan ponpes, sama seperti lantai dua. Konstruksi sendiri telah berjalan selama beberapa bulan.

"Proses pengecoran dari pagi, kurang lebih empat hingga lima jam, siang sudah selesai. Hari ini sudah sampai tahap pengecoran atap lantai tiga untuk roof deck (teras lantai atas)," jelas kyai yang biasa disapa Gus Salam Mujib tersebut, sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.

Dengan pengerjaan cor yang tergolong cepat, Gus Mujib menduga pondasi penopang cor tidak kuat menahan hasil pengerjaan, sehingga turut merubuhkan pondasi bangunan awal. "Sepertinya penopang cor tidak kuat, jadi seperti menopang ke bawah," tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Mujib meminta maaf kepada orang tua santri yang terdampak peristiwa tersebut, dan meminta agar turut bersabar. Selain itu, seluruh kegiatan di ponpes tersebut dihentikan.

"Ya saya kira ini takdir dari Allah, jadi semuanya harus bisa bersabar. Dan mudah-mudahan juga diberi diganti oleh Allah yang lebih baik, mudah-mudahan dibalas kebaikan oleh Allah SWT yang lebih dari musibah ini," ujarnya.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari berpesan agar standar keselamatan konstruksi  dijunjung tinggi untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

"Masyarakat dan pengelola bangunan bertingkat diimbau untuk memastikan pengawasan teknis pembangunan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang," jelas Muhari dalam keterangan resmi BNPB pada Selasa siang (30/9). (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#konstruksi #pondok pesantren #Ponpes Al Khoziny #gus mujib #KH Raden Abdus Salam Mujib #Gus Salam Mujib #Santri #balai pertemuan #bnpb #pondasi #Ponpes Al Khoziny Sidoarjo #Ponpes #bangunan #Penambahan #musala #lantai #rumah sakit #Cor #Sidoarjo