Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gempa di Rusia Sebabkan Tsunami di Jepang dan Hawaii, Selandia Baru Mulai Siaga

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 30 Juli 2025 | 22:36 WIB
Penampakan tsunami menghajar pesisir Orai, prefektur Ibaraki, Jepang pada Rabu (30/7) (Dok. Shanghai Eye)
Penampakan tsunami menghajar pesisir Orai, prefektur Ibaraki, Jepang pada Rabu (30/7) (Dok. Shanghai Eye)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan 8,7 SR di Kamchatka, Rusia menyebabkan tsunami di berbagai daerah. Selain di pesisir Rusia sendiri, tsunami juga menghantam Jepang dan kepulauan Hawaii, serta berpotensi menghampiri Indonesia dan Selandia Baru.

Gempa yang terjadi pada Rabu pagi (30/7) tersebut terjadi karena pergerakan lempeng bumi ke arah atas atau naik di pesisir Kamchatka. “Gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka,” jelas rilsi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Tidak hanya Indonesia bagian timur, pemerintahan Selandia Baru melalui Departemen Kedaruratan Nasional mereka juga mengeluarkan peringatan siaga bencana akibat gempa bumi tersebut. Diperkirakan hampir seluruh wilayah pesisisr negara tetangga Australia tersebut bakal terdampak tsunami, dengan ketinggian ombak minimal 0,3 meter (30 cm).

Secara spesifik, wilayah utara dan selatan Selandia baru selain pesisir dinyatakan aman, demikian pula kepulauan Stewart yang berada di ujung selatan negara tersebut. Namun tsunami berpotensi membanjiri kepulauan Chatham yang ada di sisi timur.

“Gelombang tsunami pertama diperkirakan tiba di Selandia Baru pada pukul 11.59 malam setempat (pukul 7 malam WIB),” bunyi rilis dari departemen.

Sementara itu di Hawaii, masyarakat setempat telah berbondong-bondong mengungsi dari wilayah pesisir lokasi liburan populer tersebut. The Guardian dan NBC melaporkan ombak tsunami mencapai ketinggian 1,2 hingga 1,5 meter, kurang lebih setinggi orang dewasa. Sementara Badan Meteorologi dan Cuaca Amerika Serikat melaporkan ketinggian ombak mencapai 1,7 meter.

“Tsunami diperkirakan berlangsung selama 2-3 jam hingga ombak normal kembali, ombak sebesar itu diperkirakan dapat mencabut pepohonan dan menenggelamkan masyarakat. Seluruh penerbangan dari dan ke Hawaii dibatalkan hari ini,” jelas Gubernur Hawaii, Josh Green dalam rilis resmi pemerintah daerah kepulauan tersebut.

Tidak hanya Hawaii dan Alaska, masyarakat di pantai barat Amerika Serikat seperti Los Angeles dan Oregon juga diminta untuk meninggalkan daerah pantai oleh pemerintah AS. “Peringatan siaga tsunami diberlakukan di Alaska dan Pantai Timur AS,” ungkap Presiden AS Donald Trump melalui media sosial pribadinya.

Di Jepang, ombak tsunami telah mencapai prefektur Hokkaido, Iwate, Ibaraki, Miyagi, Kepulauan Ogasawara dan berbagai daerah lain di pesisir timur dan selatan Jepang. Badan Meteorologi Jepang mencatat ketinggian ombak tsunami bervariasi antara 0,5 hingga 3 meter.

Gempa kali ini menjadi gempa terkuat dalam sejarah Rusia dan Kamchatka dalam setengah abad terakhir. Terakhir kali terjadi gempa di Kamchatka pada 1952, dengan kekuatan kurang lebih serupa. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#selandia baru #gempa #donald trump #indonesia #gempa bumi #alaska #hawaii #gempa Kamchatka #jepang #los angeles #tsunami #BMKG #rusia #meteorologi #Kamchatka