RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Bagus Adi Prayogo, 21, salah satu dari dua korban meninggal setekah musibah kecelakaan laut di Maluku Tenggara. Mahasiswa Fakultas Kehutanan di Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut berpulang ke Yang Maha Kuasa setelah perahu yang ditumpangi dan kawan-kawannya terbalik saat kembali dari Pulau Wahru.
Jenazah Bagus dan korban satunya Septian Eka Rahmadi diantar menggunakan pesawat dari Maluku. Jenazah Bagus dibawa pulang dengan pesawat, transit di Makassar lebih dulu sebelum mendarat di Bandara Juanda. Rencananya akan diantar ke rumah duka melalui jalur darat ke Bojonegoro setelah tiba di Surabaya.
Ayahanda Bagus, Lasman terpukul atas kabar yang menimpa keluarganya. Di sisi lain, ada pancaran bangga ketika mengenang hidup anak sulungnya. Selain meninggalkan kedua orang tua, Bagus juga meninggalkan seorang adik perempuan yang baru berumur 1 tahun di tempat tinggalnya yang terbuat dari kayu tersebut.
“Bagus bercita-cita dapat mengantar adiknya kuliah. Dia nanti minimal sampai S2. Semangatnya besar,” ujar Lasman, saat menerima kunjungan takziah dari Perhutani KPH Bojonegoro dan civitas akademika UGM di rumah duka di Desa Butoh, Kecamatan Ngasem.
Semasa muda, Bagus menimba ilmu di SMPN 1 Bojonegoro dan SMAN 1 Bojonegoro. Sehingga, sejak kecil sudah harus tinggal di kos. Tidak hanya itu, almarhum juga aktif berorganisasi sejak di bangku SMP. “Anaknya mandiri, disiplin dan rajin, tidak pernah membolos dan sering mengikuti berbagai kegiatan,” terang Lasman.
Editor : Yuan Edo Ramadhana