RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kecelakaan di jalan nasional kian membahayakan pengguna jalan. Bahkan, laka yang terjadi dua hari berturut-turut pada Jumat (1/5) dan Sabtu (2/5), diduga karena faktor sopir mengantuk dan seluruhnya melibatkan truk.
Terakhir, sebuah truk Nopol L 8753 VF kemarin (3/5) menabrak pengayuh sepeda di Jalan Bojonegoro-Babat tepatnya di Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo.
Truk L 8753 VF dikemudikan Alfa Rahmad Sahid, 18, mahasiswa Kabupaten Sidoarjo itu menabrak korban Slamet, 35, warga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno hingga meninggal di lokasi kejadian.
Kejadian itu menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan truk, sebelumnya Jumat (2/5) di Jalan nasional Bojonegoro-Cepu, turut Desa/Kecamatan Purwosari. Melibatkan truk polisi P-8821-GK yang dikendarai Mohamad Dhani Imron, menabrak toko dan pengendara motor nopol S-5210-BI dikemudikan dinda Putri, 16, membonceng Mahardika Ayudia,16.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian Nur Pratama menyebutkan, laka di Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, dan Desa/Kecamatan Purwosari disebabkan karena faktor kelalaian manusia. ‘’Iya, diduga karena faktor pengemudi yang mengantuk,” ungkapnya.
Ipda Septian menjelaskan, kecelakaan yang terjadi di Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo kemarin (3/5), mengakibatkan pengayuh sepeda yang bernama Slamet mengalami luka-luka hingga meninggal. ‘’Meninggal di lokasi kejadian,” imbuhnya.
Ipda Septian menambahkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan truk yang terjadi rerata kecepatan tinggi, sehingga kendaraan yang dikemudikannya oleng keluar dari markah jalan. “Karena jarak yang sudah dekat pengemudi truk tidak dapat menguasai kemudi kendaraannya,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, pada akhir pekan lalu, kecelakaan juga terjadi di jalan nasional. Bahkan, selama dua hari berturut-turut pada Sabtu (26/4) dan Minggu (27/4), dua kecelakaan di jalan nasional itu melibatkan empat unit truk. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana