RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banjir luapan sungai Bengawan Solo di Bojonegoro membawa dampak korban jiwa. Luapan banjir Bengawan Solo tersebut selain menggenang permukiman juga area persawahan padi warga.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, pada Rabu siang (26/2), seorang warga asal Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro dilaporkan tenggelam di sekitar aliran Sungai Jepang oleh keluarganya melalui perangkat desa setempat. Korban atas nama Jamiran (49) diduga terseret arus saat hendak pergi ke sawah.
Menurut saksi dari pihak keluarga, korban hendak menuju ke sawah. Perjalanan ke sawah ini Jamiran harus menyebrangi sungai Jepang. Diduga saat menyeberang sungai inilah korban terseret arus. Selain itu, menurut informasi dari keluarga, korban juga memiliki riwayat epilepsi.
Setelah tidak kunjung kembali dari sawah sejak berangkat pukul 07.00 wib, keluarga memutuskan untuk mencari keberadaan Jamiran.
Namun saat berada di sawah, keluarga hanya dapat menemukan alat semprot milik Jamiran yang tersangkut di semak-semak sekitar. Saat ini, pencarian korban masih berlangsung meskipun arus Sungai Jepang memiliki debit tinggi.
Sementara itu, selang sehari kemudian, tepatnya pada Kamis pagi (27/2), seorang anak dari Desa Kalisari, Kecamatan Baureno bernama Muhammad Arsyad Kholil (9) tenggelam saat bermain air banjir bersama teman-temannya. Korban tenggelam di area persawahan dekat rumahnya, dan teman-temannya segera meminta bantuan pada warga sekitar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Heru Wicaksi membenarkan adanya dua kejadian korban tenggelam di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo dan Desa Kalisari, Kecamatan Baureno. Saat ini sedang terjadi banjir di Sungai Jepang dan Bengawan Solo.
"Korban Muhammad Arsyad Kholil bermain air bersama teman-temannya, yang berjarak 150 meter dari rumahnya,” jelas Heru.
Warga desa setempat pun mencari keberadaan korban hingga siang hari. Akhirnya, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Korban dievakuasi warga dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat oleh keluarga. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana