BLORA, Radar Bojonegoro - Sembilan korban selamat dari tragedi lift crane proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora jalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Namun, salah satu di antaranya mengalami kelumpuhan yang menyebabkan dirujuk ke rumah sakit di Solo.
Direktur RSUD Rr Soetijono Blora Puji Basuki mengatakan, korban mengalami patah tulang yang cukup parah. Hingga akhirnya diharuskan rujuk ke Solo. ’’Korban harus dioperasi. Maka dari itu perlu ada konsultan tulang yang memumpuni. Dan, itu ada di Solo,” ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Soetijono Blora Farida Laela mengatakan, korban tersebut telah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakitnya. ’’Iya, kemarin dilarikan ke RSUD. Hanya satu saja,” ujarnya.
Namun, setelah diperiksa dan kondisinya yang memburuk, pihaknya merujuk korban tersebut ke RSUD Dr Moewardi Solo. ’’Korban mengalami luka cukup parah. Yaitu, ada bagian patah di fraktur vertebra lumbal 2-3 atau bagian punggung bawah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Rabu (12/2).
Ia juga mengatakan, akibat cedera itulah korban mengalami paraplegia inferior. ’’Korban mengalami kelumpuhan atau paraplegia inferior. Maka dari itu, hari ini (kemarin) dirujuk ke Solo agar bisa ditangani oleh fasilitas kesehatan yang mumpuni atau lebih baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora, Syarifudin juga menyampaikan bela sungkawa. Selain itu, pihaknya siap memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga korban. Mulai dari biaya perawatan bagi yang masih dirawat.
Kemudian, biaya pendidikan bagi anak korban yang meninggal. Juga memfasilitasi untuk mencarikan pekerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan. ’’Insyaallah, kaitan keluarga, bagi keluarga yang masih punya anak tanggungan sekolah, kami akan bantu melalui beasiswa pendidikan,” paparnya.
Selain itu, lanjut Syarifudin, pihaknya juga membantu bagi pihak keluarga yang butuh untuk disalurkan ke pekerjaan. Karena sejumlah korban meninggal adalah tulang punggung keluarga. ’’Dari keluarga ada yang minta untuk dicarikan kerja. Kami akan bantu,” terangnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana