DUKA mendalam juga dirasakan oleh Bupati Blora Arief Rohman atas insiden kecelakaan kerja di RS PKU Muhammadiyah Blora, yang terjadi pada Sabtu pagi lalu (8/2). Bupati Arief juga menyebut akan segera dibentuk tim untuk berkoordinasi menindaklanjuti harapan-harapan dari keluarga korban tersebut.
Lantaran berdasar perkembangan terakhir, total ada empat korban meninggal dan sembilan lainnya masih dirawat di rumah sakit. Atas kejadian itu, Bupati Arief Rohman menjenguk lima korban yang masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah. Selanjutnya, takziah ke keluarga korban meninggal.
Bertemu pihak keluarga korban dengan didampingi pihak RS PKU Muhammadiyah, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora Syarifudin dan jajaran Forkompimda. Selanjutnya, Bupati dan rombongan takziah ke rumah empat korban meninggal.
Yakni, ke almarhum Sono warga Desa Ngampon, Kecamatan Jepon. Almarhum Ahmad Zaenudin warga Dukuh Lubang, Desa Puledagel, Kecamatan Jepon. Kemudian, almarhum Tri Wiji di Desa Bacem, Kecamatan Jepon. Dan, almarhum Djami di Dukuh Trenggiling, Desa Temurejo, Kecamatan Blora.
’’Kami menyampaikan bela sungkawa kepada korban yang meninggal. Kami kunjungi satu per satu,” ungkapnya. Menurutnya, dari kunjungan itu diketahui lima korban yang masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah menunggu untuk dioperasi.
’’Senin ini kata pihak rumah sakit mereka akan dioperasi. Kami doakan semoga lancar. Dan, segera diberikan kesembuhan,” imbuhnya, Sementara itu, lanjutnya, dari hasil kunjungan dari keluarga korban yang telah meninggal, ia meminta pihak Muhammadiyah untuk memetakan kondisi keluarga dan keinginan dari keluarga.
’’Kami cek yang punya anak berapa, lalu bagaimana harapan mereka. Muhammadiyah sudah merencanakan nanti langkah ke depan seperti apa,” katanya.
Pada kesempatan itu, PD Muhammadiyah Blora Syarifudin juga menyampaikan bela sungkawa. Selain itu, pihaknya siap memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga korban. Mulai dari biaya perawatan bagi yang masih dirawat.
Kemudian, biaya pendidikan bagi anak korban yang meninggal. Juga memfasilitasi untuk mencarikan pekerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan. ’’Insyaallah kaitan keluarga, bagi keluarga yang masih punya anak, tanggungan sekolah, kami akan bantu melalui beasiswa pendidikan,” paparnya.
Selain itu, lanjut Syarifudin, pihaknya juga membantu bagi pihak keluarga yang butuh untuk disalurkan ke pekerjaan. Karena sejumlah korban meninggal adalah tulang punggung keluarga. ’’Dari keluarga ada yang minta untuk dicarikan kerja. Kami akan bantu,” terangnya.
Sementara itu, Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora Tegar Mohammad Wijaya membenarkan, bahwa sembilan korban lainnya masih menjalani perawatan. ’’Yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Blora ada lima dan empat lainnya dirujuk. Ada yang (dirujuk) di Blora dan di Solo,”' jelasnya.
Tegar menjelaskan, satu korban dirawat di RSUD dr Soetijono Blora. Dan, tiga lainnya di RS Solo. Mereka terpaksa dirawat di rumah sakit lain lantaran perlu perawatan lebih lanjut. ’’Alasan dirujuk karena butuh perawatan lanjut. Ke rumah sakit yang levelnya lebih tinggi,” imbuhnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana