RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah pencarian korban tenggelam terseret ombak di Pantai Drini, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta akhirnya Rifky berhasil ditemukan tim SAR pada Rabu pagi (29/1). Setelah sehari sebelumnya pencarian dihentikan sementara akibat cuaca buruk serta menjelang malam hari. Pencarian dilanjutkan hari ini dan berhasil ditemukan. Korban Rifky ditemukan tidak terlalu jauh dari lokasi tempat rombongan asal SMPN 7 Mojokerto awal terseret ombak saat bermain di area pantai pada Selasa pagi (28/1).
Korban terakhir atas nama Rifky Yudha Pratama (13) tersebut ditemukan sekitar dua setengah jam setelah operasi pencarian hari kedua dimulai.
“Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB dengan jarak 100 meter selatan dari lokasi kejadian, di kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter. Saat ini korban dibawa ke RSUD Saptosari (Gunung Kidul),” jelas Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul, Sulis Haryanto kepada awak media.
Setelah proses identifikasi dilakukan di RSUD Saptosari, jenazah Rifky dibawa pulang ke Mojokerto pada Rabu siang oleh pihak keluarga. Sebelumnya, tiga kawan Rifky yang juga tewas dalam insiden tersebut telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing di Mojokerto.
Sementara itu, dari sembilan korban selamat, tujuh telah diperbolehkan kembali ke Mojokerto pada Selasa sore (28/1). Sementara dua lainnya masih menjalani rawat inap.
“Dua orang dirawat di RSUD Saptosari (dan telah pulang), sementara dua korban lain dirujuk ke RSUP dr. Sardjito (Yogyakarta),” jelas Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto pada Selasa sore (28/1).
Menurut Penjabat (Pj) Walikota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro yang berkunjung langsung ke RSUP, salah satu korban telah sadarkan diri dan telah dapat berkomunikasi.
“Satu lagi masih berada di ruang ICU karena belum sadarkan diri,” jelasnya.
Seperti diketahui, rombongan siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMPN 7 Mojokerto mengadakan tur liburan luar kota (outing class) ke Yogyakarta. Rombongan berangkat pada Senin malam (27/1). Mereka tiba di Pantai Drini pada Selasa pagi, dan menjelang siang sebanyak 13 siswa terseret ombak saat bermain di area kapal yang memiliki arus air kuat. Meskipun sebelumnya telah diperingatkan berulang kali oleh petugas SAR setempat.
Sebanyak sembilan di antara mereka dapat diselamatkan oleh petugas SAR serta nelayan yang berada di lokasi kejadian. Selain petugas SAR gabungan setempat dan Basarnas beserta nelayan, proses pencarian empat korban turut melibatkan unsur TNI, Polairud Yogyakarta dan Gunung Kidul, Tagana dan Pokdarwis setempat. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana