BLORA, Radar Bojonegoro - Debit air Bengawan Solo memasuki perkampungan warga Cepu berangsur surut kemarin (22/1). Untungnya, banjir tidak sampai masuk ke rumah warga. Hingga kemarin (22/1), tinggi muka air (TMA) Cepu mengalami tren penurunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora imbau warga tetap waspada karena cuaca hujan masih terjadi. Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora Agung Triyono mengungkapkan, air sempat masuk di perkampungan seperti Desa Gadon dan Balun turut Kecamatan Cepu.
Namun, tidak sampai masuk di rumah warga. Kondisi banjir saat ini sudah mulai surut. ’’Malam Selasa (21/1) TMA empat di angka 29,00 meter, siaga hijau,” ungkapnya. Ia memaparkan, TMA menunjukan tren penurunan secara berkala, pukul 06.00 WIB, TMA tercatat 28,42 meter.
Hingga sore kemarin turun di angka 28,15 meter. Status sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Blora bersatus normal dan stabil. ’’Untuk tren (debit air Bengawan Solo) saat ini cenderung memperlihatkan menurun,” tegasnya.
Di sisi lain, banjir dari luapan Kali Wulung juga sudah surut dan warga dapat kembali beraktivitas. Hingga saat ini, Kali Wulung dan Bengawan Solo terus dilakukan pemantauan hingga debit air dinyatakan aman.
Triyono menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar Bengawan Solo untuk tetap waspada. Hal itu dikarenakan debit air Sungai Bengawan Solo masih tergolong tinggi.
’’Jangan mempercayai informasi dari pihak lain terkait debit air Bengawan Solo selain informasi dari BPBD. Untuk sementara jangan beraktivitas di Bengawan Solo, baik mancing, mandi, dan yang lainya,” tambahnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana