Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Angin Kencang Dominasi Kejadian Bencana di Bojonegoro selama Tahun 2024, Kerugian Mencapai Rp 1,47 Miliar

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 7 Januari 2025 | 00:09 WIB
ROBOH: Angin kencang sudah merobohkan 5 rumah di Kecamatan Gondang, sejak seminggu terakhir. (DHANY/RDR.BJN)
ROBOH: Angin kencang sudah merobohkan 5 rumah di Kecamatan Gondang, sejak seminggu terakhir. (DHANY/RDR.BJN)


RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Cukup banyak jenis bencana yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2024 lalu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, angin kencang yang paling sering terjadi melanda beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2024, yakni 71 kali kejadian.

“Kejadian angin kencang sangat tinggi sekali untuk tahun 2024. Ada sebanyak 71 kejadian, kondisi kejadian paling banyak terjadi di bulan Februari dan Desember 2024,” papar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Nor Aeny.

“(Dari total tersebut) Pada Februari lalu terdapat 18 kejadian, sementara pada Desember terjadi 12 kejadian,” tambah Aeny.

Akibat kejadian angin kencang tersebut, total sebanyak 67 desa dan 224 KK terdampak bencana dengan total kerugian materiil mencapai Rp 1,47 miliar, namun beruntung tidak ada korban jiwa sepanjang tahun lalu.

Selain angin kencang, Bojonegoro juga masih menjadi langganan banjir. Baik akibat luapan sungai maupun genangan. “Banjir luapan Bengawan Solo terjadi pada Maret sebanyak tiga kali kejadian, dengan 46 desa dan 1.235 KK terdampak,” jelas Aeny.

“Kemudian untuk banjir genangan terjadi pada September dan Desember, dengan total 5 kejadian pada 2024. 25 desa dan 527 KK turut terdampak bencana banjir genangan. Sementara banjir bandang hanya terjadi di tiga kecamatan menurut pantauan kami, yakni di Gondang, Sekar dan Dander,” lanjut Aeny.

Terkait dengan kasus tersebut, tercatat 27 kejadian warga tenggelam di 25 desa sepanjang 2024.

“Warga meninggal ada 29 jiwa, warga selamat ada 2 jiwa. Dalam beberapa kasus ada lebih dari satu warga yang tenggelam, misal pada kasus terbaru di Gondang,” jelas Aeny.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Nor Aeny (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Nor Aeny (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

Aeny turut menjelaskan, kejadian tanah longsor pada 2024 cenderung terjadi di area hutan dan bantaran sungai Bengawan Solo.

“Daerah tersebut menjadi PR kami, meskipun secara kewenangan menjadi kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai),” ujarnya.

“Ada dua kejadian longsor di bantaran sungai, serta 35 kejadian longsor di wilayah hutan. Longsor di wilayah hutan berdampak pada 32 desa dan 31 KK,” tambah Aeny.

Berbeda dengan tahun sebelumnya (2023) yang ditandai dengan kekeringan panjang dan suhu tinggi. Kasus kekeringan pada 2024 mengalami sedikit penurunan.

“Tahun 2024 kekeringan terjadi di 93 desa di 24 kecamatan, dibanding dengan 2023 dimana kekeringan melanda 118 desa,” ujar Aeny.

Gempa bumi yang terjadi di Pulau Bawean, Gresik pada pertengahan 2024 turut terasa di Bojonegoro, meskipun dalam skala rendah. “Gempa Bawean turut berdampak di Bojonegoro, dengan beberapa bangunan retak di Padangan. Alhamdulillah selebihnya aman, karena Bojonegoro umumnya hanya merasakan dampak getaran. Paling baru pada Desember lalu sempat terasa gempa dengan skala 2,7 dan 3,1 SR,” papar Aeny.

Selain penanggulangan bencana, BPBD Bojonegoro turut berpartisipasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk kebakaran hutan dan lahan kami berkolaborasi dengan Dindamkarmat Bojonegoro, dengan total 56 kejadian di 38 desa. Selain itu kami juga menyuplai air untuk 46 kejadian kebakaran di 37 desa,” jelas Aeny.

Pada 2024 BPBD Bojonegoro juga menangani penyelamatan seorang warga tersengat listrik di Pohwates, serta menangani dua kasus semburan air bercampur minyak di Gondang dan Sukosewu. Selain itu pada Januari BPBD Bojonegoro turut menangani satu kasus kegagalan industri.

Pada awal tahun 2025 yang diselimuti potensi bencana hidrometeorologi. Aeny berpesan pada masyarakat Kota Ledre untuk berhati-hati saat beraktivitas.

“Evaluasi kami pada 2024, yang menjadi perhatian khusus adalah musim penghujan, terutama sejak November. Banyak kejadian hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir,” papar Aeny.

“Harapannya, warga tidak keluar rumah apabila tidak ada hal-hal bersifat penting. Kemudian jika berada di jalan, jangan berlindung di bawah pohon. Selain itu hindari aktivitas di bantaran sungai, embung dan dam, karena kondisi hujan menyebabkan licin dan berpotensi menyebabkan kejadian tenggelam,” lanjut Aeny. (edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bencana #gempa bumi #bengawan solo #puting beliung #kekeringan #bpbd bojonegoro #Hidrometeorologi #banjir #banjir bandang #genangan #bojonegoro #bpbd #angin kencang #Kejadian #tanah longsor