‘’Memang benar, pelaku telah diamankan, setelah melakukan pembobolan sebanyak dua kali di konter handphone tersebut,’’ tutur Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (5/2).
RS menyatroni konter dengan menjebol atap plafon, Sabtu (28/1). Pemilik toko baru mengetahui tokonya dibobol pencuri keesokan harinya. Saat baru membuka toko, melihat barang yang ada di dalamnya berantakan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata sebanyak 4 handphone miliknya telah hilang. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 5 juta.
‘’Tak berhenti di situ, akan tetapi pelaku juga melakukan pembobolan lagi di hari berikutnya,’’ imbuhnya.
Pelaku kembali melakukan hal yang sama pada Selasa (31/1), dengan cara membobol pintu belakang. Pelaku mencuri alat jaring ikan, uang tunai Rp 2 juta, CCTV, dan satu handphone di dalam konter tersebut. Pada pencurian kedua, korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta. Setelah dua kali kebobolan dengan kerugian sebesar Rp 9 juta, korban akhirnya melaporkan ke Polsek Turi.
‘’Dari situlah, akhirnya anggota melakukan penyelidikan,’’ terangnya.
Hasil penyelidikan, dicurigai satu pelaku dengan ciri-ciri yang sama usai membobol gudang ekspedisi. Setelah dilakukan introgasi, pelaku mengakui perbuatanya melakukan pembobolan konter handphone.
’’Namun setelah diminta untuk memperlihatkan hasil pencurian, semua masih ada dan belum sempat dijual,’’ pungkasnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto