Beberapa warga mengeringkan tempat tidur, kulkas, dan barang yang tenggelam. Banjir Rabu malam (19/10) usai hujan deras itu, tercatat 1.389 rumah terdampak.
Eko salah satu warga Kelurahan Balun mengatakan, peralatan rumahnya terendam, seperti kasur, kulkas, dan perkakas lain. "Pagi tadi (kemarin) saya keluarkan untuk dikeringkan, karena banjir malam itu air cepat naik," ungkapnya kemarin.
Menurutnya, banjir kali ini lebih besar dibanding sebelumnya. Tembok pembatas di dekat kali sisi utara hingga jebol. Memicu air langsung mengalir ke jalanan hingga memasuki permukiman.
"Tempat kami di gang ini paling parah, tadi malam setinggi dada," jelasnya.
Aripujo pedagang warung kopi mengatakan, saat banjir tiba tiba-tiba terdengar tembok belakang warung roboh. Air deras masuk ke warung, jalan, dan permukiman. Diprediksi air datang dari atas yakni wilayah Nglebok hingga tembok pembatas roboh.
Kepala Pelaksana BPBD Blora Widjianingsih menjelaskan, saat inventarisir tercatat 1.389 rumah terdampak banjir, tersebar di lima kelurahan/desa. Air meluap ke jalan dan permukiman disebabkan kali dan embung tidak dapat menampung.
"Fasilitas kesehatan di RSUD dr Suprapto bebereapa ruang juga terendam dengan ketinggian 30 sampai 40 sentimeter," jelasnya. (luk/rij)