RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi bagi pegiat desa di Kabupaten Blora kembali dibuka.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memperluas sasaran peserta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Tak hanya perangkat desa, kader Posyandu, pengurus RT/RW hingga Karang Taruna juga mendapat kesempatan menempuh pendidikan sarjana.
Bupati Blora, Arief Rohman meminta kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebab, program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.
‘’Tahun ini sasaran peserta kita perluas. Tidak hanya perangkat desa, tetapi juga kepala desa, anggota BPD, pengelola BUMDes, kader PKK, Karang Taruna, pengurus RT/RW hingga kader Posyandu,” ujarnya saat pendampingan pendaftaran calon mahasiswa baru Program RPL UNNES di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (10/7).
Menurut dia, peningkatan kapasitas aparatur dan pegiat desa menjadi kebutuhan penting, seiring semakin kompleksnya tata kelola pemerintahan desa.
Karena itu, Pemkab kembali memberikan dukungan berupa bantuan biaya pendidikan bagi peserta yang lolos.
‘’Pemkab Blora akan memberikan beasiswa, meski nominalnya tidak sebesar gelombang sebelumnya,” katanya.
Program RPL UNNES memungkinkan peserta memperoleh pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran yang dimiliki, sebagai bagian dari proses perkuliahan.
Tahun ini tersedia sejumlah program studi yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan desa.
Diantaranya Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran, Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Pendidikan Nonformal, Ilmu Hukum, serta Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
Masa pendaftaran dibuka mulai 13 hingga 19 Juli 2026. Pemkab berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh aparatur maupun pegiat desa yang belum menyelesaikan pendidikan strata satu, sehingga kualitas SDM desa terus meningkat dan mampu mendukung pelayanan serta pembangunan di tingkat desa. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko