RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMPN secara offline sudah ditutup kemarin (6/5).
Namun dalam pendaftaran jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi tersebut banyak sekolah kesulitan memenuhi pagu jalur mutasi. Terutama sekolah di wilayah pinggiran.
Sebaliknya hanya beberapa sekolah di wilayah kota yang bisa memenuhi pagu jalur mutasi sebesar 5 persen dari total daya tampung SMPN.
Namun sisa pagu belum terpenuhi jalur mutasi tersebut akan diakumulasikan di jalur domisili. Sehingga masih bisa terisi siswa baru.
Baca Juga: Pembukaan SPMB SMPN Offline di Bojonegoro Diserbu Emak-Emak, Bingung Tentukan Titik Koordinat Rumah
Kepala SMPN 1 Dander Abdul Ghofur menjelaskan, pendaftar untuk jalur afirmasi dan prestasi sudah memenuhi pagu. Namun untuk jalur mutasi tidak ada pendaftar. Kondisi tersebut wajar, terlebih tidak instansi pemerintah maupun swasta di wilayah Dander.
Pagu jalur mutasi yang tidak terpenuhi akan diakumulasikan ke jalur domisili. Sehingga pagu di pendaftaran SPMB secara online tersebut bertambah.
Menurut Plt Kepala SMPN 3 Bojonegoro tersebut, di SMPN berada di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander itu jalur mutasi juga tak terpenuhi. Terdapat kekurangan satu pendaftar dari pagu tersedia.
Semantara untuk pendaftar jalur afirmasi dan prestasi melebihi pagu. Sehingga ketika pendaftar tak lolos di jalur tersebut akan disarankan masuk atau mendaftar melalui jalur domisili yang dibuka 11 Mei mendatang.
‘’Pengumuman pendaftar diterima jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi berlangsung hari ini (7/5),” jelasnya.
Kepala SMPN 4 Bojonegoro Agus Sugianto mengatakan, hingga pendaftaran ditutup jumlah pendaftar jalur afirmasi 45 calon siswa dan jalur prestasi 56 siswa.
Jumlah tersebut sesuai denga pagu tersedia. Sementara jalur mutasi tak ada pendaftar. ‘’Jalur afirmasi dan domilisi yang banyak diminati,” ungkapnya.
Agus menjelaskan, untuk pendaftaran jalur domisili secara online dibuka 11 Mei mendatang. Namun sudah terdapat beberapa pendaftar yang mengkonfirmasi mendaftar di jalur berdasarkan jarak rumah ke sekolah tersebut.
‘’Sebagian mendaftar kolektif dari guru, baik mendaftar jalur afirmasi maupun pendaftaran untuk domisili,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana