RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menghadapi dilema. Belum ada gedung baru, namun tetap diminta membuka pendaftaran siswa baru tahun ajaran mendatang.
Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum menyebut, kapasitas gedung saat ini sudah penuh. Lantai satu digunakan asrama siswa, lantai dua untuk ruang belajar, serta satu gedung lain untuk ruang guru. “Ruangnya sudah penuh, tapi tetap diminta buka pendaftaran,” ujarnya.
Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, pembangunan gedung baru masih tahap usulan ke Kemensos dan Kementerian PUPR. “Masih berproses, semoga bisa masuk tahap III,” katanya.
Baca Juga: Dugaan Markup Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu Jadi Sorotan KPK: Telan Anggaran Rp 27 Miliar
Menurutnya, sekolah rakyat tetap diwajibkan membuka pendaftaran kelas 1 karena siswa saat ini naik ke kelas 2. Namun, teknis pelaksanaan masih menunggu arahan pusat. “Rekrutmen siswa dan guru juga menunggu instruksi,” imbuhnya.
Saat ini SRMA 18 Blora memiliki dua rombongan belajar dengan total 50 siswa. Sistem pembelajaran menggunakan boarding school, seluruh siswa diasramakan. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana