RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora mematangkan persiapan 7,8 lahan di Kecamatan Cepu yang nantinya digunakan Sekolah Rakyat (SR) tahap dua.
Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, progres masih berjalan dan dalam penyelesaian administrasi lahan.
"Pemkab menyiapkan lahan tahun ini, dari satgas serta sarprasnya yang dipimpin oleh Dinas PUPR," ujarnya.
Menurutnya, untuk proses administrasi lahan tersebut masih terus dikebut, karena untuk memenuhi sarana prasarana (sarpras) dan standar SRMA.
"Jika dari Pemkab lahannya sudah klir, dari Kementerian PUPR lanjut pembangunan sekolah SR akan dimulai dari tingkat SD, SMP, SMA kemudian sarana olahraga indoor, lapangan, dan lahan pertanian," jelasnya.
Luluk mengatakan, luasan lahan yang disiapkan Pemkab sebenarnya 9,6 hektare. Namun karena ada jaringan listrik tegangan tinggi di sana, membuat dari Kementerian bergeser jadi total 7,3 sampai 7,8 hektare.
''Karena sebagian lahan tersebut ada aliran tegangan tinggi, sehingga tidak dibolehkan dan sebagian tidak digunakan nanti," ucapnya.
Luluk menerima informasi dari Dinas PUPR, jika tanah di lahan yang akan digunakan SR tahap dua itu akan dipadatkan tahun ini.
''Nanti ada kajian finalisasi Dinas PU dan Kementerian PUPR, karena desainnya dan lainnya dari Kementerian PUPR," tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pembangunan Dinas PUPR Kabupaten Blora Muhammad Arif Hidayat membenarkan akan dilakukan pengrukan lahan yang diperuntukan SR pada tahun ini.
"Yang untuk pembangunan tahap dua itu Tahun 2027, Kementerian di tahun ini hanya perencanaan timbunan," ucapnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana