RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sektor pendidikan akhirnya terdampak efisiensi anggaran. Tahun ini, sarana prasarana (sarpras) lembaga pendidikan di Kabupaten Blora dipangkas hingga Rp 26 miliar. Kepala Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi mengakui terjadi pemangkasan anggaran luar biasa yakni hingga 50 persen lebih.
‘’Di Tahun 2025 anggarannya mencapai Rp 30 miliar, kini hanya Rp 4 miliar,’’ terang Sandy Tresna.
Ia menjelaskan, anggran tersebut hanya mencakup 20 titik se-Kabupaten Blora. Sehingga rehab berfokus pada urgensi yang ada sekolah, yakni yang paling mendesak diperbaiki.
‘’Kebanyakan rehab ruang kelas dan kamar mandi, artinya tinggal lihat kerusakan dan urgensinya. Sekolah memaksumalkan anggaran yang ada," ucapnya.
Sandy Tresna mengakui usulan perbaikan sarpras pendidikan sebenarnya jauh lebih banyak. Namun, dengan kebijakan efisiensi dalam APBD, maka membuat tidak semua usulan dapat diakomodasi.
‘’Kita tahu APBD ada efisiensi, maka akan diupayakan usulan ke APBN,’’ imbuhnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, lanjut dia, Dinas Pendidikan Blora berkomitmen mengoptimalkan anggaran agar manfaatnya tetap dirasakan sekolah yang paling membutuhkan.
‘’Dinas Pendidikan melaksanakan kegiatan berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Jika anggaran masih minim, kita maksimalkan yang ada. Meski ada sekolah prioritas lain yang belum tertangani,” ujarnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana