RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di awal 2026 kekosongan kursi kepala sekolah jenjang TK, SD, hingga SMP sebanyak 183 kursi. Kekosongan tersebut bakal diisi tahun ini, namun menanti sistem informasi manajemen kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan (SIM KSPSTK) di kementerian pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmen) dibuka. Terlebih sudah terdapat 156 calon kepala siap untuk mengisi kekosongan.
Sebanyak 156 calon kepala sekolah tersebut telah menjalani diklat pada pertengahan dan akhir tahun lalu. Diklat tahun lalu dibagi dalam tiga gelombang, gelombang pertama diikuti 23 calon kepala sekolah menggunakan anggaran APBN. Gelombang kedua diikuti 52 calon kepala sekolah dan gelombang ketiga diikuti 81 dengan menggunakan anggaran APBD.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Fatur Rohim mengatakan hingga saat ini terdapat 183 kekosongan kursi kepala sekolah. Terdiri dari 1 TK, 164 SD, dan 18 SMP. Terdapat satu penambah 1 kekosongan kursi kepala sekolah jenjang SD pada Desember tahun lalu. Sebelumnya kekosongan kursi kepala sekolah sebanyak 182 sekolah.
''Ada penambahan 1 kepala SD meninggal," ungkapnya.
Rohim menjelaskan pengisian Kekosongan kursi kepala sekolah direncanakan tahun ini. Namun masih menanti SIM KSPSTK dibuka. Terlebih untuk menugaskan kepala sekolah harus melalui sistem tersebut.
''Prosedur bersurat ke kementerian untuk dibuka menu SIM KSPSTK. Jika bulan ini sistem sudah dibuka, akan langsung diproses," ungkapnya
Rohim menjelaskan, terdapat 156 calon kepala sekolah yang siap untuk mengisi kekosongan kursi kepala sekolah. Semua calon kepala sekolah tersebut telah menjalani diklat. Mulai dari materi kompetensi kepribadian hingga sosial. Tentu sudah siap untuk mengisi kekosongan.
''Betul, calon kepala sekolah sudah tersedia," ungkapnya.
Rohim menjelaskan, ketika pengajuan pengisi kepala sekolah di SIM KSPSTK selesai. Selanjutnya mengusulkan ke badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan (BKPP) setempat. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana