Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akademi Tekankan Perlunya Kebijakan dan Program Pelestarian Salak Wedi dengan Pendekatan Konservasi

M. Irvan Romadhon • Senin, 15 Desember 2025 | 14:15 WIB
KASIH JALAN: Gunungan salak wedi keluar dari balai desa setempat untuk dikirab dari start hingga finis, kemudian digrebek warga.
KASIH JALAN: Gunungan salak wedi keluar dari balai desa setempat untuk dikirab dari start hingga finis, kemudian digrebek warga.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Salak Wedi yang terancam punah perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, daerah, hingga pusat untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian buah berasal dari Desa Wedi, Kecamatan Kapas tersebut. Tentu dengan kebijakan dan program yang tepat ke depannya.

Akademisi Pertanian Awaludin Ridwan mengatakan Salak Wedi merupakan salah satu varietas salak lokal yang memiliki nilai strategis. Sebagai sumber keanekaragaman hayati, penyangga ekosistem, sekaligus aset ekonomi masyarakat pedesaan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir keberadaan Salak Wedi semakin terancam. Akibat alih fungsi lahan pertanian, rendahnya minat generasi muda untuk membudidayakannya, serta absennya kebijakan spesifik yang melindungi dan mengembangkan varietas lokal ini secara berkelanjutan.

Menurut Ridwan, dari sisi konservasi, Salak Wedi seharusnya diposisikan sebagai plasma nutfah lokal yang perlu dilindungi melalui pendekatan konservasi in-situ (dalam kawasan) dan ex-situ (luar kawasan). Konservasi in-situ dapat dilakukan dengan mempertahankan kebun-kebun salak rakyat sebagai kawasan lindung berbasis masyarakat.

Sementara, konservasi ex-situ dapat dikembangkan melalui kebun koleksi, bank benih, dan kerja sama dengan perguruan tinggi serta balai penelitian. ‘’Tanpa langkah ini, risiko erosi genetik akan semakin besar dan sulit dipulihkan di masa depan,” ungkapnya.

Ridwan menjelaskan, ke depan penyelamatan Salak Wedi membutuhkan integrasi kebijakan lintas sektor. Mulai dari pertanian, lingkungan hidup, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah memiliki peran kunci dalam menetapkan Salak Wedi sebagai komoditas unggulan lokal yang dilindungi.

Sementara, pemerintah pusat perlu memasukkan konservasi varietas lokal ke dalam arus utama pembangunan pertanian nasional. Tanpa keberpihakan kebijakan yang jelas dan konsisten, Salak Wedi berisiko punah.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonoegoro Yuni Arba’atun mengatakan, memang perlu ada kebijakan dan program yang tepat untuk menjaga kelestarian Salak Wedi.

Pihaknya mengajak berbagai stakeholder untuk ikut andil dalam menentukan kebijakan dan program ke depan.‘’Harus kerja keras,” ungkapnya. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Wedi #kebun #kapas #dkpp #Pendidikan #kebun salak #konservasi #Pertanian #salak #Ekonomi #kelestarian #bojonegoro #salak wedi #Plasma Nutfah