RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Plus Pondok Pesantren Modern Al Fatimah Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Madrasah ini dipercaya menjadi narasumber Best Practice dalam kegiatan Monitoring Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Penunjukan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 1317/Kw.13.02/PP.03/10/2025 tertanggal 13 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Sugiyo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur. MI Plus Al Fatimah ditugaskan menjadi narasumber pada kegiatan daring yang digelar Rabu, 15 Oktober 2025, dengan tujuan berbagi pengalaman dan praktik terbaik pelaksanaan program kesehatan di lingkungan madrasah.
Kepala MI Plus Al Fatimah Bojonegoro, Ustadzah Nizmatul Laily, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan tersebut.
“Alhamdulillah, kali ini MI Plus Al Fatimah diberikan kepercayaan menjadi Best Practice dalam kegiatan CKG. Kami berbagi pengalaman tentang bagaimana pelaksanaan CKG dapat berjalan sukses di lembaga kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nizmatul Laily menjabarkan alur dan prosedur pelaksanaan CKG di madrasah, mulai tahap perencanaan hingga evaluasi. Ia menyebut, program CKG di MI Plus Al Fatimah berjalan dengan baik, dengan tingkat partisipasi siswa mencapai 98,8 persen.
“Dengan adanya CKG, anak-anak menjadi lebih semangat dan berani untuk memeriksakan kesehatan. Sekaligus mereka mendapat edukasi penting tentang menjaga pola hidup sehat sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Al Fatimah, Gus Ansachul Balaya, ST., M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih MI Plus Al Fatimah.
“Alhamdulillaah, untuk yang kesekian kalinya salah satu lembaga Ponpes Modern Al Fatimah yakni MI Plus Al Fatimah Bojonegoro mendapat penghargaan istimewa dengan menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” terangnya.
Pria yang akrab disapa Gus Aan ini menilai pencapaian tersebut merupakan kado terindah bagi Yayasan Al Fatimah, karena menjadi langkah awal menuju cita-cita besar lembaga untuk menjadi sekolah bertaraf internasional.
“Apalagi kegiatan ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Kami berharap ini menjadi momentum awal Al Fatimah untuk terus berkiprah menuju pendidikan bertaraf internasional,” tandasnya.
Keberhasilan MI Plus Al Fatimah menjadi narasumber CKG ini semakin menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan karakter. Dengan sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan yayasan, Al Fatimah terus melangkah menuju peran yang lebih besar dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing global. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana