RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pada tahun 2025, Pemkab Bojonegoro sedang gencar-gencarnya melakukan penelitian dan evaluasi alam Bojonegoro untuk proyek geopark Bojonegoro. Nantinya, Kota Ledre bakal didaftarkan sebagai kandidat situs UNESCO Global Geopark (UGGp).
Namun masyarakat yang awam dengan ilmu geologi dan sumber daya alam punya pertanyaan yang lebih sederhana: Apa itu geopark? Dan bagaimana cara memperoleh pengakuan sebagai geopark?
Dalam laman resmi mereka, UNESCO mendefinisikan sebuah geopark, atau taman bumi dalam bahasa Indonesia sebagai sebuah lingkar wilayah geografis yang memiliki keunikan geologi dan budaya di tingkat internasional. Dengan kata lain, fitur alam dan budaya dalam sebuah geopark tidak dapat atau jarang dijumpai di daerah lain, namun tidak harus terikat satu daerah atau provinsi.
“Dengan memberikan status UGGp, UNESCO mendorong pemerintah dan masyarakat penghuni geopark untuk menjaga daerah dengan konsep pembangunan keberlanjutan dan peduli lingkungan. Selain itu, UNESCO juga mendorong perolehan status UGGp untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap daerah asal,” bunyi petunjuk resmi UGGp.
Nah, dalam penetapan situs UGGp, UNESCO mencari daerah yang memiliki keunikan geologi, seperti punya bukti sejarah perubahan geologi, punya keindahan alam, punya sejarah yang berkaitan dengan alam atau semacamnya. Dalam proses penetapan, UNESCO menggandeng berbagai pihak seperti pemerintah setempat, dinas pariwisata dan agen wisata, lembaga masyarakat, akademisi dan banyak lagi untuk menjalin komitmen pengembangan dan penjagaan lingkungan.
Selain itu, status UGGp tidak bersifat permanen, namun bisa diperpanjang tergantung pengelolaan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Status geopark terpilih ditetapkan dalam jangka waktu empat tahun oleh UNESCO.
Jika pengelolaan alam dipandang baik berdasarkan hasil evaluasi ulang UNESCO, maka status UGGp diperpanjang empat tahun lagi. Namun jika pengelolaan dinilai buruk, daerah diberi waktu dua tahun untuk berbenah sebelum evaluasi berikutnya. Jika keadaan tidak berubah atau memburuk setelah dua tahun tersebut, status UGGp resmi dicabut.
Menurut Jaringan Geopark Indonesia, Indonesia memiliki 24 wilayah yang telah diakui sebagai geopark nasional, termasuk Bojonegoro. Namun baru setengahnya telah diakui sebagai situs UGGp.
Geopark yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark adalah:
- Gunung Batur, Bali
- Pulau Belitung, Bangka Belitung
- Ciletuh-Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat
- Pegunungan Sewu (Gunungkidul, Wonogiri dan Banyuwangi), Jawa Tengah dan Jawa Timur
- Gunung Ijen, Jawa Timur
- Kebumen, Jawa Tengah
- Maros Pangkep, Sulawesi Selatan
- Merangin Jambi, Jambi
- Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan
- Raja Ampat, Papua
- Pegunungan Rinjani-Lombok, Nusa Tenggara Barat
- Kaldera Danau Toba, Sumatera Utara
(edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana