RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), RLS tahun 2024 tercatat sebesar 8,08 tahun. Angka ini naik cukup tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya 7,45 tahun.
Namun, meski menunjukkan tren yang menggembirakan, RLS Bojonegoro masih tertinggal dari target pemerintah, yaitu wajib belajar 12 tahun.
Lonjakan Signifikan, Tapi Belum Cukup
Peningkatan RLS sebesar 0,65 tahun dalam waktu satu tahun merupakan capaian positif. Artinya, rata-rata warga Bojonegoro kini menempuh pendidikan hingga setara kelas 2 SMP.
Pada 2023, RLS hanya 7,45 tahun dan sempat membuat Bojonegoro berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang saat itu sudah di angka 8,11 tahun. Sehingga kini sudah setara dengan rata-rata Jawa Timur.
Tantangan Serius di Lapangan
Meningkatnya RLS tak lepas dari berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah. Namun di balik pencapaian ini, masih terdapat sejumlah tantangan besar:
- Putus sekolah masih terjadi, terutama di jenjang SMP ke SMA.
- Pernikahan dini, terutama di wilayah pedesaan, menghentikan banyak anak – terutama perempuan – dari melanjutkan pendidikan.
- Kondisi ekonomi juga memaksa sebagian anak untuk bekerja sejak usia dini.
- Akses pendidikan di wilayah pelosok masih terbatas.
Strategi Pemkab: Perluasan Kesetaraan & Beasiswa
Untuk mendorong peningkatan RLS, Pemkab Bojonegoro terus menggencarkan program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, B, dan C, serta mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di hampir seluruh kecamatan.
Selain itu, pemberian beasiswa bagi siswa tidak mampu terus ditingkatkan, terutama bagi jenjang SMA dan SMK. Pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggelar sosialisasi pentingnya pendidikan hingga tingkat menengah atas.
Target 2026: RLS 9 Tahun
Dengan capaian saat ini, Bojonegoro menargetkan RLS bisa mencapai 9 tahun pada 2026, setara dengan jenjang wajib belajar 9 tahun.
Target jangka panjang tetap mengarah pada capaian 12 tahun, sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Kalau bisa konsisten menjaga tren positif tersebut, Bojonegoro diyakini bisa menyusul daerah lain yang sudah lebih tinggi dalam waktu 3–4 tahun ke depan.
Peningkatan RLS dari 7,45 ke 8,1 tahun patut diapresiasi sebagai langkah maju. Namun, Bojonegoro belum bisa berpuas diri.
Butuh sinergi lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan agar setiap anak Bojonegoro bisa menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang SMA dan setara. Sebab, pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih baik. (feb)
Editor : Yuan Edo Ramadhana