Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mom, Jangan Panik! Begini Cara Cerdas Menangani Mood Swing si Kecil

Hakam Alghivari • Rabu, 28 Mei 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi si Kecil yang mengalami mood swing
Ilustrasi si Kecil yang mengalami mood swing

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap orang tua pasti pernah merasakan kebingungan saat melihat anak mereka tiba-tiba marah, sedih, atau sangat bahagia dalam waktu singkat. Perubahan suasana hati atau mood swing ini kerap muncul tanpa tanda-tanda jelas dan sering kali membuat Ayah dan Bunda bertanya-tanya, “Apa yang salah?” Sebenarnya, fenomena ini cukup umum terjadi pada anak-anak, terutama yang sedang mengalami masa perkembangan emosional.

Pada dasarnya, mood swing pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelelahan fisik, tekanan di sekolah, ketidakseimbangan pola tidur, hingga perubahan hormon. Faktor lingkungan juga sangat berperan, seperti hubungan dengan teman sebaya atau suasana di rumah. Meski sering dianggap remeh, perubahan mood yang tidak dikelola dengan baik bisa memengaruhi kesejahteraan psikologis Si Kecil, bahkan berdampak pada prestasi belajar dan interaksi sosialnya.

Mengutip dari Alodokter, terdapat beragam langkah yang dapat diterapkan orang tua untuk membantu mengatasi mood swing pada anak. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua tidak hanya dapat menenangkan anak saat suasana hatinya berubah, tetapi juga membantu mereka memahami dan mengelola emosinya dengan lebih baik.

Cara Mengatasi Mood Swing pada Anak

1. Mengidentifikasi Pemicu Perubahan Mood

Langkah awal yang penting adalah menemukan penyebab di balik perubahan suasana hati anak. Ketika anak sedang dalam kondisi tenang, cobalah mengajaknya berbicara santai dan hangat, tanyakan apa yang sedang ia rasakan atau alami. Namun, jangan memaksanya jika ia enggan bercerita. Memberikan ruang untuknya menenangkan diri sering kali lebih efektif.

Setelah ia merasa siap untuk bercerita, tanyakan kembali apa yang memicu perasaannya. Dengan begitu, Ayah dan Bunda dapat membantu mencari solusi bersama. Proses ini juga mengajarkan anak untuk mengenali emosinya sendiri, suatu keterampilan penting untuk kesehatan mentalnya di masa depan. 

2. Mengalihkan Perhatian Lewat Aktivitas Positif

Alih-alih membiarkan anak larut dalam amarah atau kesedihan, para orang tua bisa mencoba mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas menyenangkan. Misalnya, ajak ia bermain di luar, membaca buku cerita favorit, menonton film lucu, atau mendengarkan musik kesukaannya. Aktivitas ini membantu otak anak melepaskan hormon dopamin yang dapat meningkatkan suasana hati.

Menurut penelitian, aktivitas kreatif seperti melukis atau bermain musik juga terbukti dapat menstabilkan emosi anak dan mengurangi kecenderungan tantrum. Selain membantu memperbaiki mood, kegiatan ini juga dapat mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

3. Memberikan Asupan Nutrisi yang Seimbang

Kurangnya asupan nutrisi tertentu dapat berperan dalam meningkatkan risiko mood swing pada anak. Makanan yang mengandung vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, dan omega-3 diketahui penting untuk menjaga keseimbangan emosi. Oleh sebab itu, Ayah dan Bunda disarankan menawarkan camilan sehat seperti buah-buahan, yoghurt, kacang-kacangan, atau smoothies sayuran.

Sebaliknya, hindari makanan cepat saji, es krim berlebihan, atau gorengan yang mengandung lemak trans dan gula tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang buruk berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan mood pada anak dan remaja. Dengan nutrisi yang tepat, tubuh anak akan lebih siap menghadapi stres dan mengelola emosinya.

4. Memberikan Waktu Bersama Teman

Persahabatan memiliki peran penting dalam perkembangan emosional anak, terutama saat mereka memasuki usia remaja. Saat anak sedang mengalami perubahan suasana hati, biarkan ia bermain dengan teman-temannya. Interaksi sosial ini dapat menjadi saluran untuk melepaskan emosi negatif dan membangun rasa bahagia.

Namun, penting juga bagi Ayah dan Bunda untuk tetap memantau durasi bermain agar tidak berlebihan. Jika terdapat kekhawatiran kesehatan lainnya, bermain secara daring melalui video call bisa menjadi alternatif. Studi menyebutkan bahwa interaksi sosial, baik langsung maupun virtual, dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) pada anak.

5. Mengajarkan Keterampilan Mengelola Emosi

Mengajarkan anak keterampilan mengatasi emosi adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan mentalnya. Ajak anak mencoba latihan pernapasan, relaksasi, atau meditasi ringan yang sesuai dengan usianya. Bahkan, mendengarkan musik yang menenangkan atau menggambar bisa menjadi media bagi anak untuk menyalurkan emosinya dengan sehat.

Jangan lupa untuk memberi contoh melalui perilaku sehari-hari. Anak-anak belajar banyak dari mengamati orang tuanya. Ketika orang tuanya mampu tetap tenang dan sabar di hadapan masalah, anak pun akan meniru cara tersebut. (nnd/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#anak #orang tua #mood swing #perubahan suasana hati #parenting