Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pahami Konsep Father Hunger dan Dampaknya Pada Anak, Luka Psikologis dari Sosok Ayah yang Tidak Hadir

Hakam Alghivari • Senin, 12 Mei 2025 | 13:50 WIB
Pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak
Pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak

 

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Belakangan ini, istilah father hunger mulai banyak diperbincangkan, khususnya di kalangan anak muda dan orang tua muda. Istilah ini mungkin terdengar baru di telinga sebagian orang, namun sejatinya, konsepnya sudah lama dikenal dalam kajian psikologi, khususnya dalam teori psikoanalisis. Father hunger merujuk pada kerinduan emosional yang mendalam terhadap sosok ayah—baik karena tidak hadir secara fisik, maupun karena tidak hadir secara emosional dan psikologis.

 

 

Fenomena ini bisa muncul dalam berbagai situasi, mulai dari ayah yang meninggal dunia, ayah yang pergi karena perceraian, hingga ayah yang sebenarnya ada namun bersikap abusif, kecanduan, atau tidak menjalankan perannya secara utuh. Artinya, seseorang bisa saja hidup satu rumah dengan ayahnya, tetapi tetap merasakan kekosongan dan kehilangan peran penting ayah dalam kehidupannya. Inilah yang menjadi akar dari rasa lapar emosional terhadap figur ayah, atau yang disebut dengan father hunger.

 

Konsep father hunger tidak hanya berlaku pada anak-anak, tetapi bisa dirasakan pada berbagai tahap usia, mulai dari anak-anak prasekolah, remaja, bahkan orang dewasa yang telah menjadi orang tua. Kehilangan sosok ayah bisa berdampak berbeda tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. Misalnya, kehilangan karena kematian bisa menimbulkan duka yang mendalam, tetapi sering kali lebih mudah dimaklumi sebagai takdir alami. Sebaliknya, kehilangan akibat perceraian atau ketidakhadiran emosional cenderung menimbulkan luka batin yang lebih kompleks karena ayah sebenarnya masih hidup, namun tidak bisa atau tidak mau hadir secara psikologis.

 

 

Dampaknya terhadap perkembangan individu sangat beragam. Pada anak-anak, kehilangan figur ayah bisa memunculkan berbagai masalah perilaku. Anak bisa mengalami behavioral problem karena kurangnya self-control dan arahan yang biasanya diberikan oleh ayah. Selain itu, pencapaian akademik maupun non-akademik juga bisa terganggu akibat berkurangnya dukungan dan stabilitas emosional dalam keluarga.

 

Baca Juga: Racun dalam Rumah: Mengungkap Bahaya Toxic Parenting bagi Perkembangan Anak

Saat anak memasuki usia remaja, father hunger dapat memicu masalah yang lebih serius seperti rendahnya harga diri (low self-esteem), krisis identitas, dan kesulitan dalam mengenali potensi diri. Mereka sering kali mengalami kebingungan tentang siapa diri mereka dan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Di sisi lain, kontrol diri yang lemah bisa menyebabkan kecenderungan terhadap perilaku adiktif, seperti kecanduan media sosial, konsumsi zat adiktif, hingga perilaku impulsif lainnya.

 

 

Dampak father hunger juga terasa dalam aspek relasi sosial dan romantis. Anak perempuan, misalnya, sering kali membentuk citra hubungan ideal berdasarkan relasi ayah dan ibu yang mereka lihat di rumah. Jika yang mereka saksikan adalah hubungan yang tidak harmonis atau ketiadaan peran ayah, maka mereka bisa kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat di kemudian hari. Demikian pula dengan anak laki-laki, yang kehilangan figur ayah sebagai model maskulinitas, berisiko tumbuh tanpa pemahaman yang sehat tentang peran laki-laki dalam keluarga dan masyarakat.

 

Oleh karena itu, penting bagi orang dewasa—terutama orang tua—untuk menyadari betapa pentingnya kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Bila memang sosok ayah tidak bisa hadir, penting bagi significant others seperti ibu, kakek, paman, atau figur dewasa lainnya untuk mengisi kekosongan tersebut dengan cara yang sehat dan suportif. Komunikasi yang terbuka, kehangatan emosional, dan konsistensi dalam pengasuhan adalah kunci untuk membantu anak-anak menghadapi dan memproses rasa kehilangan ini.

 

 

Father hunger bukan sekadar istilah populer, tetapi fenomena psikologis nyata yang berdampak besar dalam perjalanan hidup seseorang. Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa membantu generasi berikutnya tumbuh dengan jiwa yang lebih utuh, meski mungkin tanpa kehadiran lengkap dari figur ayah. (oss/mgg)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Father Hunger #kehilangan #emosional anak #Peran ayah dalam pengasuhan #psikologis anak #peran ayah #parenting