5 Kesalahan Merawat Motor Matik yang Bisa Membuat Biaya Servis Membengkak

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi servis motor matik yang bisa membuat biaya membengkak. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi servis motor matik yang bisa membuat biaya membengkak. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Motor matik menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Praktis dan mudah dikendarai membuat motor jenis ini menjadi pilihan masyarakat, baik untuk bekerja, berbelanja maupun bepergian jarak jauh.

Namun, kemudahan penggunaan bukan berarti motor matik bisa dirawat sembarangan. Ada sejumlah kesalahan dalam perawatan yang justru dapat membuat komponen cepat rusak dan biaya servis membengkak.

Jika dibiarkan terus-menerus, kerusakan ringan yang sebenarnya bisa dicegah dapat berkembang menjadi masalah yang membutuhkan penggantian komponen dengan biaya lebih mahal.

Berikut 5 kesalahan merawat motor matik yang sebaiknya dihindari:

1. Terlambat Mengganti Oli Mesin

Oli mesin memiliki peran penting untuk melumasi sekaligus membantu menjaga kinerja komponen di dalam mesin. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemilik motor adalah menunda penggantian oli karena motor masih terasa normal saat digunakan.

Baca Juga: 5 Motor Matic Paling Ringan dan Gampang Diparkir Cewek, Mana Pilihanmu?

Padahal, kualitas oli dapat menurun seiring pemakaian. Jika terlalu lama dibiarkan, pelumasan komponen mesin bisa menjadi kurang optimal dan berpotensi mempercepat keausan.

Karena itu, penggantian oli sebaiknya mengikuti interval yang dianjurkan dalam buku manual atau rekomendasi pabrikan.

2. Mengabaikan Oli Gardan

Selain oli mesin, motor matik juga memiliki oli gardan atau oli transmisi final. Komponen ini sering luput dari perhatian karena penggantiannya tidak sesering oli mesin.

Oli gardan yang sudah lama atau volumenya tidak sesuai dapat memengaruhi kinerja sistem penggerak roda belakang. Dalam kondisi tertentu, masalah pada bagian ini dapat menimbulkan suara tidak normal hingga kerusakan komponen.

Pemilik motor sebaiknya mencatat jadwal penggantian oli gardan agar tidak terlupakan.

3. Jarang Membersihkan dan Memeriksa CVT

CVT merupakan salah satu bagian penting pada motor matik. Komponen seperti V-belt, roller, kampas ganda, rumah kopling dan pulley bekerja untuk meneruskan tenaga mesin ke roda.

Debu dan kotoran yang menumpuk di area CVT dapat mengganggu kinerja komponen. Gejalanya bisa berupa tarikan kurang responsif, muncul suara aneh atau motor terasa bergetar ketika berakselerasi.

Melakukan pemeriksaan CVT secara berkala dapat membantu menemukan komponen yang mulai aus sebelum kerusakan menjadi lebih parah.

4. Sering Membawa Beban Berlebihan

Kebiasaan membawa beban melebihi kemampuan motor juga dapat mempercepat keausan sejumlah komponen. Beban berlebih membuat mesin, transmisi, suspensi dan sistem pengereman bekerja lebih keras.

Jika dilakukan terus-menerus, komponen tertentu bisa mengalami keausan lebih cepat. Selain berpotensi meningkatkan biaya perawatan, membawa beban berlebihan juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Karena itu, selalu perhatikan batas beban yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Baca Juga: 5 Motor Matic Murah dengan Fitur Rem ABS, Anti Selip Saat Ngerem Mendadak

5. Menunda Servis Saat Muncul Gejala Aneh

Kesalahan berikutnya adalah tetap menggunakan motor meski sudah muncul tanda-tanda masalah. Misalnya, mesin sulit dinyalakan, muncul suara kasar, tarikan terasa berat, motor bergetar berlebihan atau terdapat suara aneh dari area CVT.

Sebagian pemilik memilih menunggu sampai motor benar-benar rusak sebelum membawanya ke bengkel. Padahal, pemeriksaan lebih awal justru dapat mencegah kerusakan kecil berkembang menjadi kerusakan besar.

Jangan Tunggu Motor Rusak Parah

Merawat motor matik sebenarnya tidak harus selalu mengeluarkan biaya besar. Justru, melakukan perawatan rutin dan mengikuti jadwal servis dapat membantu mencegah pengeluaran yang lebih mahal di kemudian hari.

Penggantian oli tepat waktu, pemeriksaan CVT, pengecekan sistem pengereman serta memperhatikan gejala yang muncul pada motor merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pemilik.

Dengan menghindari lima kesalahan tersebut, pemilik motor matik tidak hanya dapat menjaga performa kendaraan tetap optimal, tetapi juga membantu memperpanjang usia komponen dan menghindari biaya servis yang membengkak. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
oli mesin servis motor cvt Motor motor matik