RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Motor lawas kini tidak lagi sekadar kendaraan tua yang digunakan untuk bernostalgia. Bagi sebagian penghobi, motor keluaran era 1980-an hingga 2000-an justru menjadi barang koleksi yang memiliki nilai tersendiri.
Nama seperti Yamaha RX-King, Suzuki Satria Hiu hingga Kawasaki Ninja 150 RR masih memiliki tempat khusus di hati para penggemarnya. Bahkan, unit yang kondisinya masih standar dan memiliki komponen orisinal kerap menjadi incaran.
Lantas, apa yang membuat motor lawas tetap menarik ketika motor baru sudah menawarkan teknologi yang jauh lebih modern?
1. Unit Orisinal Semakin Langka
Salah satu faktor utama adalah jumlah unit yang masih benar-benar orisinal semakin terbatas.
Motor yang telah berusia belasan hingga puluhan tahun umumnya sudah mengalami berbagai perubahan. Mulai dari pengecatan ulang, penggantian mesin, modifikasi kaki-kaki hingga penggunaan komponen aftermarket.
Baca Juga: Kenapa Motor Lawas Justru Semakin Dicari Saat Motor Baru Makin Canggih?
Karena itu, motor yang masih mempertahankan kondisi mendekati standar pabrik menjadi semakin bernilai di mata kolektor.
Yamaha RX-King, misalnya, dikenal masih banyak dicari oleh penghobi. Kondisi motor, kelengkapan surat, serta tingkat orisinalitas menjadi beberapa faktor yang diperhatikan ketika memilih unit.
2. Ada Nilai Historis dan Nostalgia
Motor lawas juga memiliki kekuatan yang tidak selalu dimiliki motor modern, yaitu cerita dan kenangan.
Yamaha RX-King mengingatkan banyak orang pada era kejayaan motor 2-tak. Begitu pula Suzuki Satria Hiu yang pernah menjadi salah satu motor bebek sport populer, serta Kawasaki Ninja 150 RR yang dikenal dengan karakter performanya.
Bagi sebagian kolektor, memiliki motor tersebut bukan hanya soal kendaraan. Ada unsur nostalgia dan keinginan untuk kembali merasakan suasana masa lalu.
Tidak heran jika motor 2-tak yang sudah tidak diproduksi masih memiliki pasar penggemar tersendiri.
3. Karakter Mesin yang Sulit Digantikan
Mesin 2-tak menjadi salah satu alasan utama motor lawas tetap menarik.
Karakter tenaga yang terasa berbeda, suara mesin, hingga sensasi tenaga yang muncul pada rentang putaran tertentu memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dibandingkan mayoritas motor 4-tak modern.
Kawasaki Ninja 150 RR menjadi salah satu contohnya. Motor ini menggunakan teknologi Kawasaki Integrated Power Valve System atau KIPS yang membuat karakter tenaganya terasa khas, terutama ketika memasuki putaran mesin tertentu.
Bagi penggemar motor 2-tak, karakter seperti inilah yang justru menjadi bagian dari daya tarik utama.
4. Komponen Orisinal Bisa Menjadi Barang Buruan
Semakin tua sebuah motor, semakin menantang pula mencari komponen bawaan pabrik dalam kondisi baik.
Baca Juga: 5 Motor Retro dengan Desain Klasik yang Tetap Menarik di 2026
Kolektor biasanya tidak hanya mencari motor yang bagus secara keseluruhan, tetapi juga memperhatikan detail seperti knalpot standar, speedometer, lampu, velg, bodi hingga komponen mesin.
Pada Yamaha RX-King, misalnya, beberapa komponen mesin generasi awal sudah cukup sulit ditemukan. Salah satunya blok silinder dengan kode tertentu yang menjadi buruan penghobi karena kelangkaannya.
Kondisi tersebut membuat komponen orisinal terkadang memiliki nilai tersendiri di pasar motor lawas.
5. Komunitas Membuat Tren Motor Lawas Tetap Hidup
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah keberadaan komunitas.
Komunitas motor lawas membuat pemilik dan penghobi bisa saling bertukar informasi mengenai perawatan, restorasi, sejarah kendaraan hingga berburu komponen.
Aktivitas komunitas juga membantu menjaga popularitas motor-motor lama agar tidak hilang ditelan zaman.
Namun, motor lawas sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai investasi yang pasti menguntungkan. Harga sangat bergantung pada kondisi, kelengkapan surat, orisinalitas, kelangkaan model dan permintaan pasar.
Baca Juga: 5 Motor Bekas Ramah di Kantong dan Irit yang Masih Layak Dibeli pada 2026
Bukan Sekadar Motor Tua
Pada akhirnya, daya tarik motor lawas bukan hanya terletak pada usia kendaraan. Ada kombinasi antara kelangkaan, sejarah, karakter mesin, kondisi orisinal dan nilai nostalgia yang membuatnya tetap diminati.
Tidak mengherankan jika Yamaha RX-King, Satria Hiu hingga Kawasaki Ninja 150 RR masih menjadi nama yang sering muncul ketika membicarakan motor lawas yang menarik untuk dikoleksi.
Bagi penghobi, memiliki motor seperti ini bukan sekadar memiliki kendaraan tua, tetapi juga menjaga bagian dari sejarah otomotif agar tetap hidup. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko