Penyebab Ban Mobil Pecah di Jalan Tol, Bukan Cuma Usia

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:24 WIB
Ban mobil pecah di jalan. (INSTAGRAM @RODA2BLOG)
Ban mobil pecah di jalan. (INSTAGRAM @RODA2BLOG)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ban mobil pecah di jalan tol bisa terjadi secara tiba-tiba ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Kondisi ban yang kurang tekanan angin, beban kendaraan berlebihan, kerusakan akibat benturan, hingga panas yang terakumulasi selama perjalanan menjadi sejumlah kemungkinan sebagai penyebab ban mobil mengalami kegagalan.

Masalahnya, kerusakan ban tidak selalu terlihat dari luar. Ban yang tampak masih layak digunakan bisa saja sudah mengalami kerusakan pada bagian internal akibat pernah berjalan dalam kondisi kurang angin atau menghantam lubang dengan keras.

Baca Juga: 5 Penyebab Konsumsi BBM Mobil Menjadi Boros, Salah Satunya Sering Diabaikan

Michelin, perusahaan penghasil ban, bahkan menyebut tekanan angin rendah sebagai penyebab terkait ban yang paling umum dalam kegagalan di jalan tol.

Berikut ini, uraian berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab ban mobil dapat pecah ketika melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi:

1. Kurang tekanan angin

Tekanan angin menjadi salah satu faktor paling penting dalam menjaga kondisi ban.

Baca Juga: Deretan Helm Full Face Mahal yang Dijual Resmi di Indonesia, Harganya Tembus Puluhan Juta

Ketika tekanan terlalu rendah, dinding samping ban mengalami pembengkokan atau flexing lebih besar setiap kali roda berputar. Pada kecepatan tinggi, kondisi tersebut menghasilkan panas berlebih yang dapat mempercepat kerusakan struktur internal ban.

Michelin menjelaskan bahwa ban yang kekurangan tekanan menghasilkan panas lebih cepat dibandingkan ban dengan tekanan yang sesuai pada kecepatan yang sama. Perjalanan panjang di jalan tol kemudian meningkatkan risiko kerusakan struktural.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat atau NHTSA juga menyebut underinflation sebagai penyebab utama kegagalan ban. Tekanan ban bahkan bisa berkurang secara alami seiring waktu tanpa harus terjadi kebocoran yang terlihat.

Inilah alasan memeriksa ban secara visual saja tidak cukup.

2. Kecepatan tinggi

Jalan tol memungkinkan mobil melaju jauh lebih cepat dan dalam waktu lebih lama dibandingkan perjalanan di dalam kota.

Putaran ban yang terus-menerus pada kecepatan tinggi menghasilkan panas. Jika kondisi ban sudah tidak ideal, panas tersebut dapat mempercepat kerusakan.

Bridgestone menjelaskan bahwa kecepatan berlebih, tekanan angin rendah, dan beban berlebih, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamaan, dapat meningkatkan panas pada ban dan berujung pada kegagalan.

Dengan kata lain, ban yang masih mampu digunakan untuk perjalanan pendek di dalam kota belum tentu berada dalam kondisi ideal untuk perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Dua Polisi di Kecamatan Ngawen Dikeroyok Saat Amankan Karnaval

3. Beban kendaraan terlalu berat

Muatan juga ikut menentukan seberapa besar beban yang diterima ban.

Membawa penumpang penuh ditambah barang bawaan dalam jumlah besar membuat ban bekerja lebih keras. Jika kondisi tersebut dipadukan dengan tekanan angin yang tidak sesuai dan kecepatan tinggi, temperatur kerja ban dapat meningkat.

Michelin memasukkan kelebihan beban kendaraan sebagai salah satu penyebab umum ban pecah, selain underinflation, benturan, dan kerusakan yang sudah ada sebelumnya.

Karena itu, pemilik mobil perlu memperhatikan batas beban kendaraan dan kapasitas ban, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: 6 Helm Motor Paling Unik dan Nyeleneh yang Pernah Dijual, Ada yang Berbentuk Rambut Elvis

4. Pernah menghantam lubang atau benda keras

Benturan keras juga dapat menjadi awal masalah.

Ban yang menghantam lubang, benda keras, atau tepi jalan bisa mengalami kerusakan pada struktur internal. Kerusakan tersebut tidak selalu langsung membuat ban kempis.

Continental memperingatkan bahwa kerusakan permanen akibat tekanan angin rendah atau beban berlebih tidak selalu dapat diketahui hanya dari pemeriksaan luar. Lapisan penguat di dalam ban dapat mengalami pelemahan hingga akhirnya pecah ketika menerima beban dan tekanan saat digunakan.

Hal serupa berlaku setelah mobil menghantam lubang dengan keras. Jika setelah benturan muncul benjolan, getaran, perubahan handling, atau tekanan ban berkurang, kondisi ban sebaiknya diperiksa oleh teknisi.

Baca Juga: Gauli Remaja di Homestay: Pemuda Jepon Dipolisikan, Satpol PP Perketat Penginapan

5. Ban sudah aus atau mengalami kerusakan sebelumnya

Kondisi telapak ban yang mendekati batas keausan juga meningkatkan risiko ketika kendaraan digunakan pada kecepatan tinggi.

Michelin menyarankan pemeriksaan kedalaman telapak sebelum perjalanan di jalan tol karena ban yang sudah mendekati batas keausan memiliki kemampuan yang lebih rendah ketika digunakan pada kecepatan tinggi.

Selain keausan, retakan, sayatan, benjolan, dan kerusakan pada dinding samping juga tidak boleh diabaikan.

Masalahnya, kerusakan internal bisa tetap tersembunyi. Ban yang terus digunakan dalam kondisi tersebut kemudian menerima kombinasi panas, beban, dan kecepatan yang lebih tinggi saat berada di jalan tol.

Baca Juga: 5 Modifikasi Motor Bebek Tahun 2000-an yang Dulu Dianggap Keren, Kini Terlihat Nyeleneh

6. Tekanan angin terlalu tinggi

Ada anggapan bahwa menambah tekanan angin akan membuat ban lebih aman untuk perjalanan jauh. Padahal, tekanan yang terlalu tinggi juga memiliki konsekuensi.

Continental menjelaskan bahwa overinflation dapat mengurangi area kontak ban dengan permukaan jalan dan membuat ban lebih rentan terhadap kerusakan ketika menghantam benda di jalan.

Tekanan yang digunakan seharusnya mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan, bukan angka maksimum yang tercetak pada dinding ban.

Angka pada dinding ban menunjukkan batas tekanan maksimum ban, bukan tekanan yang harus digunakan sehari-hari. NHTSA secara khusus mengingatkan pengemudi mengenai hal tersebut.

Tips: Periksa ban sebelum masuk tol

Risiko ban pecah di jalan tol sebenarnya dapat dikurangi dengan pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan.

Tekanan angin sebaiknya diperiksa ketika ban masih dingin dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Michelin menyarankan pemeriksaan tekanan setidaknya setiap bulan dan selalu sebelum perjalanan jauh.

Baca Juga: 5 Motor Sport 150 CC yang Dikenal Irit Bahan Bakar, Cocok untuk Aktivitas Harian

Selain tekanan, periksa kondisi telapak dan dinding samping ban. Benjolan, retakan, sayatan, keausan tidak merata, atau tanda kerusakan setelah menghantam lubang merupakan alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebab, ketika ban sudah berada di jalan tol, kombinasi kecepatan tinggi, panas, beban, dan jarak tempuh panjang dapat memperbesar konsekuensi dari masalah kecil yang sebelumnya tidak terasa.

Ban pecah memang bisa terjadi secara mendadak, tetapi penyebabnya sering kali tidak muncul secara tiba-tiba. Perawatan dan pemeriksaan sebelum perjalanan menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ban berubah menjadi situasi berbahaya di tengah jalan tol. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
ban mobil tol pecah penyebab