RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Motor 150 cc saat ini identik dengan teknologi yang semakin lengkap. Mesin empat katup, pendingin cairan, injeksi bahan bakar dan transmisi enam percepatan sudah bukan sesuatu yang aneh. Namun, kondisi tersebut membutuhkan proses panjang. Jauh sebelum teknologi itu menjadi umum, sejumlah motor 150 cc yang beredar di Indonesia sudah menawarkan konstruksi yang tergolong maju untuk zamannya.
Jika melihat kembali ke awal 2000-an, perbedaannya terasa lebih jelas. Saat itu pasar sepeda motor Indonesia masih didominasi motor bebek dan sport dengan konstruksi mesin yang relatif sederhana. Di tengah kondisi tersebut, beberapa pabrikan justru berani menghadirkan teknologi yang lebih identik dengan motor berorientasi performa.
Baca Juga: 5 Motor Bebek yang Sebenarnya Eksperimen Berani Pabrikan
Berikut lima motor 150 cc yang menarik bukan hanya karena tenaganya, tetapi juga karena teknologi yang dibawanya ketika pertama hadir.
Suzuki FXR 150
Nama Suzuki FXR 150 mungkin tidak sepopuler Satria atau Ninja. Namun, jika membicarakan teknologi, motor ini justru menjadi salah satu contoh paling menarik dari era tersebut.
FXR 150 dibekali mesin satu silinder 147 cc dengan konfigurasi DOHC empat katup. Mesinnya menggunakan pendingin oli dan teknologi Twin Swirl Combustion Chamber (TSCC). Data spesifikasi FXR juga mencatat tenaga sekitar 20 hp pada 9.900 rpm dan torsi 12,5 Nm pada 8.100 rpm.
TSCC dirancang untuk membentuk pusaran campuran di ruang bakar sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih efektif. Teknologi tersebut bukan sekadar istilah pemasaran, karena konsep serupa juga digunakan Suzuki pada sejumlah mesin berkapasitas lebih besar.
Kombinasi DOHC empat katup, pendingin oli, TSCC dan transmisi enam percepatan membuat FXR 150 terlihat sangat serius untuk sebuah motor satu silinder 150 cc. Bahkan hingga sekarang, motor yang diproduksi pada periode 1997-2003 tersebut masih menarik ketika dibicarakan dalam konteks teknologi motor 150 cc awal 2000-an.
Baca Juga: Bisa Pakai Biosolar, Daftar 6 Mobil Diesel Lawas yang Masih Layak Jalan pada 2026
Honda CBR150R Generasi Pertama
Honda CBR150R generasi pertama masuk Indonesia pada 2002 melalui jalur CBU. Ketika itu, motor tersebut menjadi salah satu pilihan sport full fairing yang spesifikasinya berada di atas rata-rata motor 150 cc yang tersedia di Indonesia.
CBR150R generasi pertama menggunakan mesin 150 cc DOHC empat katup, pendingin cairan, karburator dan transmisi enam percepatan. Sasisnya juga sudah menggunakan konstruksi Deltabox. Otomotifnet bahkan mencatat bahwa pada saat itu spesifikasinya belum memiliki tandingan di kelasnya.
Yang perlu diperhatikan adalah konteks waktunya. Generasi pertama CBR150R belum menggunakan injeksi, sehingga teknologi fuel injection pada generasi berikutnya tidak tepat jika disematkan pada model 2002 ini.
Justru dengan karburator sekalipun, kombinasi DOHC empat katup, liquid cooling, enam percepatan dan Deltabox sudah membuat CBR150R berbeda dari motor sport 150 cc kebanyakan pada masa itu. Honda seolah membawa pendekatan motor sport yang lebih serius ke kapasitas mesin yang relatif kecil.
Kawasaki Ninja 150 RR
Kawasaki Ninja 150 RR menawarkan cerita berbeda. Ketika mesin empat-tak mulai berkembang, Kawasaki masih mempertahankan teknologi dua-tak pada kelas 150 cc dan membekalinya dengan sistem pengatur tenaga.
Ninja 150 RR generasi pertama dipasarkan di Indonesia pada 2002 sebagai KRR ZX150 dan didatangkan utuh dari Thailand. Motor tersebut menggunakan mesin dua-tak 148 cc berpendingin cairan dengan karburator Mikuni VM28.
Baca Juga: 5 Motor Bebek yang Sebenarnya Eksperimen Berani Pabrikan
Teknologi yang menjadi ciri khasnya adalah Super KIPS, sistem katup pada saluran buang yang bekerja mengikuti putaran mesin. Mekanisme tersebut membantu mengatur karakter aliran gas buang sehingga mesin tidak hanya mengandalkan tenaga besar pada putaran atas, tetapi tetap memiliki karakter yang lebih terkontrol pada putaran rendah dan menengah.
Bagi motor dua-tak, pengaturan saluran buang memiliki peran penting terhadap karakter tenaga. Karena itu, Super KIPS menjadi salah satu teknologi yang membuat Ninja 150 RR berbeda dari motor dua-tak berkapasitas serupa yang hanya mengandalkan konstruksi mesin konvensional.
Menariknya, teknologi tersebut sudah menjadi bagian dari Ninja RR sejak awal kehadirannya di Indonesia pada 2002. Artinya, motor ini tidak sekadar menawarkan mesin dua-tak yang bertenaga, tetapi juga memiliki mekanisme khusus untuk mengatur karakter mesin tersebut.
Suzuki Satria FU150 Generasi Awal
Pada 2004, Suzuki menghadirkan Satria FU150. Motor ini menarik karena teknologi mesinnya tergolong serius, tetapi ditempatkan pada format underbone yang pada masa itu masih identik dengan motor bebek.
Baca Juga: Motor Listrik Bekas: Jangan Tertipu Odometer, Begini Cara Mengecek Kondisi Baterainya
Generasi awal Satria FU150 menggunakan mesin 147,3 cc DOHC empat katup, pendingin cairan dan transmisi enam percepatan. Mesin tersebut masih menggunakan karburator, tetapi mampu menghasilkan sekitar 16 hp. Basis mesinnya berasal dari Suzuki Raider 150 yang dipasarkan di Thailand.
Kombinasi tersebut membuat Satria FU berbeda dari motor bebek kebanyakan. Mesin DOHC empat katup dengan radiator dan transmisi enam percepatan lebih mudah ditemukan pada motor yang berorientasi performa, sedangkan Suzuki justru memasukkannya ke dalam motor dengan dimensi dan format underbone.
Inilah yang kemudian membuat Satria FU dikenal melalui konsep Hyper Underbone. Keunggulannya bukan hanya soal bobot dan akselerasi, tetapi juga karena teknologi mesin yang dibawanya memang tidak lazim untuk motor bebek pada periode tersebut.
Satria FU akhirnya menjadi salah satu model yang memperkuat segmen underbone performa di Indonesia. Fondasinya sudah terbentuk sejak generasi awal yang masih mengandalkan karburator tersebut.
Yamaha R15 Generasi Awal
Yamaha R15 menjadi motor paling muda dalam daftar ini. R15 pertama kali hadir di Indonesia pada April 2014, sehingga konteks teknologinya tentu berbeda dengan FXR, CBR150R atau Ninja RR yang muncul lebih dari satu dekade sebelumnya.
Namun, R15 tetap layak dimasukkan karena membawa pendekatan teknologi dan konstruksi yang cukup serius untuk kelas sport 150 cc Indonesia saat itu. Model awalnya menggunakan mesin 150 cc berpendingin cairan, empat katup, fuel injection dan transmisi enam percepatan.
Baca Juga: Update Daftar Harga Pasaran Honda Vario 125 Bekas: Cuma Modal Rp7 Jutaan!
Pada bagian sasis, Yamaha menggunakan rangka Deltabox dan aluminium rear arm. Penggunaan konstruksi tersebut memperlihatkan bahwa R15 tidak hanya mengejar performa mesin, tetapi juga memberikan perhatian terhadap handling dan bobot komponen.
Deltabox sendiri bukan teknologi yang baru pada 2014. Namun, penerapannya pada motor sport 150 cc membuat R15 terlihat semakin dekat dengan karakter motor sport Yamaha berkapasitas lebih besar. Aluminium rear arm juga menjadi salah satu bagian yang membuat tampilan dan konstruksinya berbeda dari kebanyakan motor sport 150 cc ketika itu.
Dengan demikian, R15 menjadi penutup yang tepat dalam perjalanan ini. Jika FXR menunjukkan keberanian Suzuki membawa teknologi mesin yang maju pada awal 2000-an, R15 memperlihatkan bagaimana teknologi sasis dan sistem bahan bakar kemudian semakin berkembang pada kelas yang sama.
Teknologi yang Dulu Terasa Istimewa
Lima motor tersebut memperlihatkan bahwa istilah “canggih” memang harus dilihat berdasarkan zamannya.
FXR 150 hadir dengan DOHC empat katup, pendingin oli dan TSCC. CBR150R generasi pertama menawarkan DOHC empat katup, liquid cooling, enam percepatan dan Deltabox. Ninja 150 RR mengandalkan teknologi pengatur saluran buang Super KIPS, sementara Satria FU membawa mesin DOHC empat katup dan enam percepatan ke format underbone.
Beberapa tahun kemudian, R15 hadir dengan fuel injection, liquid cooling, Deltabox dan aluminium rear arm. Teknologi tersebut kini terdengar biasa, tetapi kombinasi dan penerapannya pada masing-masing periode membuat motor-motor tadi terasa berbeda ketika pertama muncul.
Karena itu, menarik melihat sejarah motor 150 cc bukan hanya dari angka tenaga atau kecepatan tertinggi. Di balik kapasitas mesin yang sama, pabrikan ternyata sudah bereksperimen dengan berbagai teknologi untuk mengejar efisiensi, performa, handling dan karakter berkendara.
Dan jika harus memilih motor yang paling mengejutkan dari daftar tersebut, Suzuki FXR 150 menjadi salah satu kandidat terkuat. Sebuah motor satu silinder 147 cc dari era tersebut sudah membawa DOHC empat katup, pendingin oli, TSCC dan transmisi enam percepatan. Dua dekade kemudian, paket seperti itu masih cukup untuk membuat FXR 150 layak dibicarakan sebagai salah satu motor 150 cc yang teknologinya terasa maju pada zamannya. (kam/bgs)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah