Bisa Pakai Biosolar, Daftar 6 Mobil Diesel Lawas yang Masih Layak Jalan pada 2026

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:44 WIB
Mitsubishi Kuda, salah satu mobil SUV yang legendaris. (ISTIMEWA)
Mitsubishi Kuda, salah satu mobil SUV yang legendaris. (ISTIMEWA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga bahan bakar masih menjadi salah satu pertimbangan ketika masyarakat memilih mobil bekas. Bagi pemilik kendaraan diesel lawas, penggunaan Biosolar menjadi salah satu cara untuk menekan biaya operasional. Namun, tidak semua mesin diesel memiliki toleransi yang sama terhadap bahan bakar tersebut.

Perbedaan paling penting terletak pada teknologi sistem injeksinya. Mesin diesel konvensional dengan pompa injeksi mekanis cenderung lebih sederhana, sedangkan mesin common rail mempunyai sistem injeksi bertekanan tinggi yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kualitas bahan bakar.

Kondisi tersebut membuat sejumlah mobil diesel keluaran 2000-an masih menarik digunakan pada 2026. Selain mesinnya dikenal cukup tangguh, beberapa di antaranya juga masih dapat menggunakan Biosolar meskipun bahan bakar diesel dengan spesifikasi lebih tinggi tetap lebih dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.

Baca Juga: Harga Motuba Terlihat Murah, tetapi 5 Komponen Ini Bisa Menguras Tabungan Setelah Dibeli

Berdasarkan penelusuran sejumlah referensi otomotif dan pengujian bahan bakar, berikut tujuh mobil diesel lawas yang masih menarik dipertimbangkan untuk penggunaan harian di 2026.

1. Isuzu Panther

Isuzu Panther menjadi salah satu mobil yang paling identik dengan mesin diesel di Indonesia. Pada generasi yang beredar sekitar 2000-an, Panther mengandalkan mesin 4JA1 2,5 liter dengan konstruksi diesel konvensional.

Sistem injeksi mekanis menjadi salah satu alasan Panther relatif toleran terhadap Biosolar. Berbeda dengan common rail, sistem tersebut tidak menggunakan rangkaian injector bertekanan tinggi dan elektronik yang kompleks.

Pengujian penggunaan beberapa jenis bahan bakar pada Isuzu Panther 4JA1-L juga menunjukkan karakter performa yang relatif tidak berbeda jauh ketika menggunakan Bio Solar, Dexlite maupun Pertamina Dex.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Baterai Motor Listrik Cepat Menurun, Hindari Mulai Sekarang

Karakter tersebut membuat Panther masih relevan bagi konsumen yang mencari mobil diesel lawas dengan biaya operasional relatif terjangkau.

BBM yang disarankan: Biosolar masih masuk akal untuk Panther dengan kondisi mesin sehat. Dexlite dapat dipilih apabila pemilik ingin menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi, sedangkan Pertamina Dex tidak menjadi keharusan untuk mesin 4JA1 yang terawat. Panther merupakan salah satu kandidat paling kuat untuk penggunaan Biosolar.

2. Toyota Kijang Kapsul Diesel

Sebelum era Innova, Toyota Kijang sudah mempunyai varian diesel yang menggunakan mesin 2L 2,4 liter.

Karakter mesin tersebut jauh lebih sederhana dibandingkan mesin diesel common rail yang muncul pada generasi berikutnya. Sistem injeksi konvensional membuat Kijang Diesel relatif toleran terhadap bahan bakar diesel dengan karakter seperti Biosolar.

Sejumlah sumber otomotif pada 2026 juga memasukkan Kijang Diesel lawas sebagai kendaraan yang masih dapat menggunakan Biosolar.

Namun, usia kendaraan harus menjadi perhatian utama. Kijang Diesel tahun 2000, misalnya, sudah berusia sekitar 26 tahun pada 2026. Karena itu, kondisi mesin, radiator, pompa injeksi, nozzle dan sistem pendinginan lebih menentukan daripada sekadar jenis bahan bakar yang digunakan.

BBM yang disarankan: Biosolar masih cocok pada unit yang sehat. Dexlite dapat digunakan jika ingin meningkatkan kualitas bahan bakar, sementara Pertamina Dex lebih merupakan pilihan bagi pemilik yang mengutamakan spesifikasi BBM dibanding efisiensi biaya. Kijang Diesel cocok bagi pembeli yang menginginkan mesin sederhana dan biaya operasional rendah.

Baca Juga: Teknologi Mobil Semakin Canggih, Ini 7 Fitur Modern yang Memudahkan Pengemudi

3. Mitsubishi Kuda Diesel

Mitsubishi Kuda Diesel merupakan salah satu mobil yang kini semakin menarik bagi pemburu kendaraan lawas. Mobil ini menggunakan mesin 4D56 2,5 liter dengan sistem injeksi mekanis pada generasi yang relevan.

Menariknya, mesin 4D56 pada Kuda tidak bisa disamakan begitu saja dengan 4D56 common rail pada Pajero Sport. Teknologi sistem bahan bakarnya berbeda sehingga karakter terhadap bahan bakar juga berbeda.

Baca Juga: 5 Motor Sport 250 CC Paling Buas di Aspal, Mana Pilihanmu?

Sumber otomotif yang membahas Kuda Diesel memasukkannya ke dalam kelompok kendaraan diesel lawas yang masih dapat menggunakan Biosolar.

Persoalan utama Kuda pada 2026 justru bukan kompatibilitas bahan bakarnya, melainkan usia kendaraan. Sistem pendinginan, radiator dan kondisi pompa injeksi perlu diperiksa sebelum membeli.

BBM yang disarankan: Biosolar masih rasional. Dexlite menjadi alternatif jika kendaraan digunakan intensif, sedangkan Pertamina Dex bukan kebutuhan mutlak untuk mesin 4D56 mekanis yang sehat. Kuda Diesel menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil diesel sederhana dengan harga bekas relatif terjangkau.

4. Toyota Kijang Innova Diesel 2005–2010

Masuk ke Toyota Innova, pembahasannya mulai berubah. Innova diesel generasi awal menggunakan mesin 2KD-FTV 2,5 liter D-4D yang sudah memakai sistem common rail.

Teknologi tersebut membuat Innova lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar dibanding Kijang Diesel atau Panther.

Meski demikian, Innova 2KD masih masuk dalam daftar mobil diesel yang dapat menggunakan Biosolar. Kendaraan dengan mesin KD juga disebut oleh mekanik spesialis Toyota-Mitsubishi sebagai salah satu mesin yang masih dapat menggunakan Biosolar.

Innova juga memiliki rekam jejak dalam pengujian biodiesel, termasuk pengujian B40 yang melibatkan kendaraan diesel Toyota.

Namun, kemampuan menggunakan Biosolar tidak berarti bahan bakar tersebut merupakan pilihan terbaik untuk penggunaan jangka panjang.

BBM yang disarankan: Biosolar masih dapat digunakan dengan perawatan sistem bahan bakar yang disiplin. Untuk penggunaan rutin, Dexlite lebih disarankan, sedangkan Pertamina Dex dapat menjadi pilihan apabila ingin menggunakan BBM dengan spesifikasi lebih tinggi.

Baca Juga: Inilah 5 Alasan Mengapa Anak Muda Kini Lebih Suka Mobil Tua daripada Mobil Baru, Ternyata Bukan Sekadar Gaya

Pada mesin common rail, kondisi filter solar, injector dan sistem bahan bakar menjadi semakin penting.

Innova Diesel masih menjadi salah satu pilihan paling rasional, tetapi perawatannya harus lebih disiplin dibanding diesel mekanis.

5. Toyota Fortuner Diesel 2007–2010

Fortuner diesel generasi pertama menggunakan mesin 2KD-FTV 2,5 liter. Mesin tersebut satu keluarga dengan mesin yang digunakan Innova Diesel sehingga pembahasan mengenai Biosolar juga relatif serupa.

Fortuner diesel masih dapat menggunakan Biosolar, dan model ini juga pernah digunakan dalam pengujian biodiesel B40 bersama sejumlah kendaraan diesel lainnya.

Namun, bobot kendaraan yang lebih besar dan sistem common rail membuat perhatian terhadap sistem bahan bakar tetap diperlukan.

Bagi pemilik Fortuner diesel lawas yang ingin menjaga kendaraan untuk penggunaan jangka panjang, menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

BBM yang disarankan: Biosolar masih bisa digunakan pada unit yang sehat. Dexlite lebih disarankan untuk pemakaian rutin, sementara Pertamina Dex menjadi pilihan yang lebih ideal jika prioritasnya adalah kualitas BBM.

Fortuner diesel masih relevan pada 2026, tetapi biaya perawatan dan kebutuhan BBM perlu diperhitungkan lebih matang dibanding Panther atau Kijang Diesel.

6. Mitsubishi Pajero Sport Diesel 2009–2010

Mitsubishi Pajero Sport generasi awal menggunakan mesin 4D56 2,5 liter common rail turbo. Meskipun nama mesinnya masih satu keluarga dengan 4D56 yang digunakan Kuda dan L300, sistem bahan bakarnya sudah jauh lebih modern.

Perbedaan tersebut penting.

Jika Kuda menggunakan sistem injeksi mekanis yang relatif sederhana, Pajero Sport sudah menggunakan sistem common rail. Karena itu, toleransinya terhadap kualitas bahan bakar tidak bisa disamakan.

Baca Juga: Honda Kirana, Motor Bebek Lawas yang Namanya Redup tetapi Mesinnya Diakui Mekanik

Pajero Sport masih dapat menggunakan Biosolar, tetapi untuk pemakaian jangka panjang, Dexlite atau Pertamina Dex lebih masuk akal. Sumber otomotif yang membahas kompatibilitas Biosolar pada mobil diesel juga menempatkan Pajero Sport sebagai kendaraan yang dapat menggunakan Biosolar dengan catatan.

BBM yang disarankan: Biosolar masih memungkinkan, tetapi Dexlite lebih disarankan untuk penggunaan rutin. Pertamina Dex dapat menjadi pilihan jika pemilik ingin memberikan bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi.

Pajero Sport bukan pilihan pertama jika tujuan utamanya adalah mencari mobil yang ekonomis dengan Biosolar, tetapi masih relevan bagi pembeli yang menginginkan SUV diesel lawas.

Mana yang Paling Cocok untuk Biosolar?

Jika ketujuh mobil tersebut dikelompokkan berdasarkan teknologi mesin, perbedaannya menjadi lebih mudah dipahami.

Kelompok paling toleran terhadap Biosolar adalah Isuzu Panther, Toyota Kijang Diesel, Mitsubishi Kuda Diesel dan Mitsubishi L300. Keempatnya menggunakan teknologi diesel konvensional yang relatif sederhana.

Sementara itu, Toyota Innova Diesel dan Toyota Fortuner Diesel sudah menggunakan common rail. Biosolar masih dapat digunakan, tetapi perawatan sistem bahan bakar perlu lebih diperhatikan.

Pajero Sport 4D56 common rail juga masih memungkinkan menggunakan Biosolar, tetapi penggunaan Dexlite atau Pertamina Dex lebih masuk akal apabila kendaraan ingin dipertahankan dalam jangka panjang.

Mobil Biosolar BBM yang lebih disarankan
Isuzu Panther Sangat toleran Biosolar
Toyota Kijang Diesel Sangat toleran Biosolar
Mitsubishi Kuda Diesel Sangat toleran Biosolar
Toyota Innova Diesel 2KD Masih bisa Dexlite
Toyota Fortuner 2KD Masih bisa Dexlite
Mitsubishi Pajero Sport 4D56 CR Masih bisa dengan catatan Dexlite/Pertamina Dex

(kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
Diesel biosolar lawas mobil