RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Baterai merupakan komponen penting pada motor listrik yang perlu mendapat perhatian khusus.
Cara pengisian dan penggunaan yang kurang tepat dapat memengaruhi performa baterai motor dalam jangka panjang.
Produsen motor listrik di Indonesia bahkan memberikan sejumlah panduan khusus agar kondisi baterai tetap terjaga.
Polytron dan ALVA, misalnya, sama-sama mengingatkan pemilik kendaraan untuk tidak membiarkan baterai terlalu kosong dan menggunakan perangkat pengisian yang sesuai.
Baca Juga: Baterai Motor Listrik Bisa Awet Berapa Tahun?
Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
1. Terlalu Sering Membiarkan Baterai Hampir Habis
Kebiasaan menggunakan motor sampai daya baterai mendekati nol sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus.
Polytron dalam panduan perawatan baterai motor listrik menyarankan pengisian dilakukan ketika kapasitas baterai berada pada kisaran 25 hingga 80 persen, serta menghindari pengisian ketika indikator sudah berada di bawah 20 persen.
Baca Juga: Mau Beli Motor Listrik? Kenali Perbedaan Sewa, Beli, dan Swap Baterai untuk Pekerja hingga Ojol
ALVA juga memberikan anjuran serupa. Dalam panduan perawatan yang diperbarui pada 2025, ALVA menyarankan pengisian ketika daya tersisa sekitar 10-20 persen dan menghindari kondisi baterai benar-benar habis.
Artinya, pemilik tidak perlu menunggu indikator mencapai nol persen sebelum mencari sumber listrik.
2. Membiarkan Pengisian Terlalu Lama
Pengisian sampai penuh memang diperlukan ketika motor membutuhkan jarak tempuh maksimal. Namun, membiarkan baterai terus terhubung dengan charger setelah pengisian selesai sebaiknya dihindari.
ALVA menyarankan penghentian proses pengisian setelah baterai mencapai 100 persen untuk mencegah overcharging yang dapat memengaruhi usia baterai.
Karena itu, pengisian sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, bukan sekadar dibiarkan terhubung sepanjang malam tanpa memperhatikan petunjuk produsen.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Harga Motor Lawas Honda Astrea Bisa Semakin Tinggi
3. Menggunakan Charger yang Tidak Sesuai
Charger bukan sekadar aksesori tambahan. Perangkat tersebut harus memiliki spesifikasi yang sesuai dengan sistem baterai motor.
Polytron menyarankan penggunaan charger dan kabel bawaan atau komponen yang orisinal. Menurut Polytron, perangkat tersebut dirancang agar aliran listrik sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan kendaraan.
Karena itu, mengganti charger dengan produk yang tidak sesuai spesifikasi hanya karena lebih murah bukan pilihan yang aman untuk menjaga kondisi baterai.
4. Langsung Mengecas Saat Baterai Masih Panas
Motor listrik yang baru digunakan dalam perjalanan sebaiknya tidak langsung dihubungkan ke charger jika baterainya masih dalam kondisi panas.
Baca Juga: 9 Motor Bebek Paling Irit dan Mesin Bandel, Cocok Buat Pekerja Keras!
ALVA dalam panduan pengisian N3 Next Gen yang diterbitkan April 2026 menyarankan motor didiamkan sekitar 30 menit setelah digunakan agar suhunya kembali stabil sebelum proses pengisian dimulai.
Ini menjadi semakin relevan ketika motor baru digunakan dalam perjalanan jauh atau kondisi yang membuat sistem baterai bekerja lebih berat.
5. Membiarkan Motor Lama Tidak Digunakan dalam Kondisi Baterai Kosong
Motor listrik yang jarang digunakan juga perlu mendapat perhatian.
Membiarkan baterai dalam kondisi sangat rendah dalam waktu lama bukan kebiasaan yang baik. ALVA menyarankan baterai tetap diisi secara berkala dan tidak dibiarkan kosong dalam waktu panjang.
Jadi, pemilik yang memiliki motor listrik sebagai kendaraan kedua sebaiknya tetap memperhatikan kondisi baterainya meskipun motor tidak digunakan setiap hari.
Bukan Berarti Baterai Langsung Rusak
Lima kebiasaan tersebut bukan berarti sekali dilakukan akan langsung membuat baterai rusak.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Motor Bebek Terasa Lebih Irit daripada Matic
Panduan dari Polytron dan ALVA lebih tepat dipahami sebagai cara menjaga performa baterai dalam jangka panjang. Kondisi aktual baterai juga dipengaruhi jenis sel, sistem manajemen baterai, suhu, usia, pola penggunaan dan karakteristik masing-masing kendaraan.
Karena itu, pemilik motor listrik sebaiknya menjadikan buku manual dan panduan resmi produsen sebagai rujukan utama.
Yang paling penting, jangan membiasakan baterai berada dalam kondisi ekstrem, gunakan perangkat pengisian yang sesuai, dan berikan waktu bagi baterai untuk kembali ke kondisi yang stabil setelah motor digunakan. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari