
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Baterai menjadi salah satu komponen yang paling sering dipertanyakan calon pembeli motor listrik.
Wajar, sebab komponen ini merupakan sumber tenaga utama sekaligus salah satu bagian penting yang menentukan biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Mau Beli Motor Listrik? Kenali Perbedaan Sewa, Beli, dan Swap Baterai untuk Pekerja hingga Ojol
Lantas, baterai motor listrik bisa bertahan berapa tahun?
Jawabannya, tidak bisa dipukul rata. Perkembangan teknologi baterai membuat usia pakai tidak cukup ditentukan hanya berdasarkan hitungan tahun. Kondisi baterai, jarak tempuh, pola penggunaan, hingga sistem pengelolaan baterai ikut menjadi pertimbangan.
Produsen motor listrik di Indonesia bahkan kini mulai menggunakan kapasitas kesehatan baterai atau State of Health (SoH) sebagai salah satu acuan untuk menentukan kondisi baterai.
Baca Juga: 7 Motor Touring Paling Nyaman untuk Perjalanan Jauh: Bebas Pegal Melibas Ratusan Kilometer!
ESDM Pernah Menyebut 4-5 Tahun
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pernah memberikan gambaran mengenai usia baterai motor listrik pada 2017.
Saat itu, ESDM menyebut baterai yang digunakan pada motor listrik Viar Q1 dapat bertahan sekitar 4 sampai 5 tahun.
Namun, angka tersebut sudah berusia hampir satu dekade sehingga tidak tepat jika langsung dijadikan patokan untuk seluruh motor listrik yang beredar pada 2026.
Teknologi kendaraan listrik dan baterai telah berkembang sejak saat itu, termasuk dari sisi kapasitas, sistem manajemen baterai dan perlindungan terhadap baterai.
Teknologi Sekarang Punya Perlindungan Lebih Panjang
Gambaran yang lebih baru dapat dilihat dari produk motor listrik yang dipasarkan di Indonesia.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




