RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sepeda motor listrik semakin banyak digunakan di Indonesia seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik dan dukungan pemerintah terhadap transisi energi. Pemerintah RI melalu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga terus mendorong transisi penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini, serta penggunaan transportasi umum, demi perbaikan lingkungan dan kualitas udara Indonesia.
Namun berbeda dengan motor bahan bakar minyak (BBM) yang mengandalkan mesin pembakaran internal dengan sistem pelumasan yang kompleks, sepeda motor listrik bekerja dengan sistem kelistrikan yang jauh lebih sederhana, namun memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi lingkungan. Misal genangan yang timbul dari hujan, jalan yang tidak rata dan berdebu, atau bahkan banjir.
Sehingga meski biaya operasional motor listrik umumnya lebih rendah dibanding motor berbahan bakar bensin, perawatan yang tepat tetap menjadi faktor penting untuk menjaga performa, keamanan, dan umur pakai kendaraan.
Jangan lupa isi baterai
Jika pada motor BBM perhatian utama biasanya tertuju pada mesin dan oli, pada motor listrik komponen terpenting adalah baterai. Sebagian besar motor listrik modern menggunakan baterai lithium yang memiliki umur pakai tertentu dan sensitif terhadap pola penggunaan.
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah membiarkan baterai habis total secara berulang. Setiap kali daya baterai turun hingga habis total berulang kali, baterai lama kelamaan dapat mengalami penurunan daya isi maksimal.
Sehingga ada baiknya untuk segera mengisi ulang baterai motor saat sudah berada di kisaran 15-20 persen. Selain itu, usahakan agar tidak sampai berkendara dengan daya di bawah kisaran nilai tersebut terlalu sering.
Sebaliknya, jangan terlalu lama mengisi baterai agar baterai tidak terlalu lama dialiri listrik dan menurunkan daya maksimal. Setidaknya motor sudah bisa dicabut dari charger setelah mengisi daya hingga 90 persen, atau segera cabut jika sudah terisi 100 persen.
Jangan sering berpanas-panasan
Sama seperti perangkat elektronik lain seperti smartphone dan komputer, baterai motor listrik mengalami penurunan daya dan performa ketika berada dalam suhu tinggi. Sehingga sebisa mungkin jangan letakkan sepeda motor di area yang tidak terlindungi dari terik matahari, termasuk untuk mengisi ulang baterai.
Hati-hati saat bersih-bersih
Tentu, sepeda motor listrik bakal terkena paparan debu, pasir, polusi dan kotoran lain seiring pemakaian, sehingga bersih dan cuci motor tetap menjadi agenda setidaknya sebulan sekali. Selain agar tetap bersih, cuci motor juga dapat menghilangkan berbagai kotoran yang dapat menghalangi kinerja motor.
Untuk bagian luar atau eksterior jangan khawatir, karena motor bisa dicuci dan dibilas dengan sabun sebagaimana kendaraan pada umumnya. Namun hindari mengarahkan air langsung ke arah baterai dan lubang isi ulang baterai.
Jika tutup baterai dapat dibuka oleh pengguna atau baterai dapat diangkat/swap, bersihkan baterai dan tempatnya, serta lubang isi ulang daya dengan lap kering atau lap microfiber tanpa air untuk menghindari kerusakan baterai. Selain itu, pastikan sepeda motor sudah kering sebelum dipakai lagi.
Jangan lupa ban dan rem
Bolehlah sepeda motor listrik memiliki mesin yang berbeda dengan motor BBM, namun komponen ban, roda dan rem yang digunakan masih sama dengan umumnya. Sehingga menjaga tekanan ban dan ganti minyak rem juga menjadi perawatan yang wajib dilakukan sesekali. Selain itu jika sering berhenti di area perkotaan, kampas rem juga menjadi komponen yang perlu diperiksa sesekali.
Selain itu, sebagian besar motor listrik masih mengandalkan belt atau rantai untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Sehingga penting untuk mengganti belt jika sudah kendor, atau membersihkan rantai dan mengganti pelumas jika menggunakan rantai. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana