Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mau Tampil Kece Sambil Bernostalgia ala 90-an? Berikut Rekomendasi Mobil Bekas yang Bisa Dimodifikasi ala Super Touring, Lengkap dengan Perkiraan Harga

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
---
---

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dengan banyaknya mobil baru dengan harga di luar kantong dan nampak serupa namun tak sama, pasar mobil bekas dapat menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan pribadi, baik sebagai transportasi utama maupun sarana menyalurkan hobi. Kategori sedan hingga kini masih banyak menjadi primadona di tengah serbuan MPV, minibus dan kendaraan LCGC.

Bagi mereka yang punya kocek lebih untuk mendandani mobil atau sekedar ingin tampil modis saat berkendara, modifikasi gaya Super Touring dapat menjadi patokan jika ingin tampil kece sambil mempertahankan kemampuan mobil untuk dipakai harian. Kebetulan juga, banyak mobil sedan era Super Touring yang dahulu kala juga dijual di Indonesia.

Super Touring sendiri merupakan regulasi ajang touring car yang digagas oleh federasi otomobil internasional (FIA) yang digagas pada 1993, untuk menggantikan penggunaan mobil kategori Group A yang telah meroket harganya. Berbanding dengan mobil kategori tersebut yang mengandalkan mobil mewah dan mobil sport, Super Touring banyak berbasis pada mobil sedan dan mobil keluarga, sehingga dapat dirakit dengan lebih murah.

Baca Juga: Motor Listrik Operasional MBG Seharga Rp49 Juta: Spesifikasi Trail Emmo JVX GT untuk Kepala SPPG

Karena keakrabannya dengan masyarakat serta performa mobil balap yang relatif seimbang, kategori Super Touring sangat populer dilombakan sejak 1993 hingga 2001, ketika kategori tersebut digantikan oleh regulasi Super 2000. Banyak kejuaraan nasional yang melombakan mobil Super Touring pada masanya, seperti BTCC di Inggris yang mempelopori kategori tersebut, STW di Jerman, CSF di Perancis, JTCC di Jepang, NATCC di Amerika Serikat, dan banyak lagi.

Bahkan, Indonesia juga sempat merasakan demam Super Touring pada akhir 90-an silam. Pada 1996 dan 1997, Sentul International Circuit di Bogor menjadi salah satu tuan rumah Southeast Asian Touring Car Zone Challenge yang menjadi kejuaraan touring car utama tingkat Asia, yang juga berlomba di Thailand, Malaysia dan Filipina.

Menurut catatan Super Touring Register, Indra Saksono, Tommy Santosa dan Chandra Alim tercatat sebagai pembalap Indonesia yang turut serta menjinakkan mobil-mobil sedan tersebut. Semuanya sama-sama menjadi bagian dari putaran Sentul 1996, namun tidak berpartisipasi pada 1997.


Jadi mobil apa saja yang dapat dilirik untuk menghidupkan kembali era Super Touring sambil jadi kendaraan harian? Berikut rekomendasinya:

Honda Civic Genio

Para penghobi mobil segala usia tentu akrab dengan Civic Genio, yang banyak jadi favorit bagi mereka yang doyan modifikasi dan balap. Civic Genio merupakan mobil andalan Honda di JTCC pada masa transisi Group A ke Super Touring, sebelum mengadopsi Honda Accord yang lebih kokoh dan kencang.

Namun karena popularitasnya baik sebagai ‘mobil gaul’ maupun barang kolektor, siap-siap merogoh kocek sekitar Rp 60 juta hingga Rp 80 juta tergantung perawatan dan kondisi mobil. Saat ini cukup jarang unit Civic Genio yang berada di bawah harga tersebut, sehingga jangan ragu untuk mengajak kawan atau berkonsultasi ke komunitas sebelum membeli mobil.

Honda Accord Cielo (CD5) dan VT-i (CG5)

Sejak pertama kali tampil di BTCC, Honda memilih menggunakan Accord Cielo generasi CD5 sebagai ujung tombak mereka pada 1993, sebelum kemudian melakukan penyegaran dengan menggunakan Accord generasi CG5 pada 1997. Dengan suspensi yang kokoh, pada akhirnya Honda juga mengadopsi model ini untuk bertarung di berbagai wilayah lain, termasuk rumah mereka sendiri di Jepang.

Pada zamannya, Accord Cielo dan VT-I dirakit secara lokal di Indonesia, yakni di Karawang, sehingga cukup mudah dijumpai dan ditebus dengan harga wajar, tidak seperti Civic Genio. Saat ini, banyak Accord Cielo dan VT-i yang dapat ditebus dengan harga Rp 45 juta hingga Rp 55 juta, namun biasanya unit yang telah dimodifikasi dapat meminta harga hingga Rp 70 juta.

Toyota Great Corolla (E100)

Salah satu mobil keluarga paling populer pada akhir zaman Orde Baru di Indonesia, Corolla E100 yang sering disebut Great Corolla atau Greco ini juga punya sejarah di era Super Touring. Awalnya berfungsi sebagai mobil alternatif bagi mereka yang tidak dapat menggunakan Toyota Corona di Jepang, pada akhirnya Corolla E100 menjadi mobil yang mendominasi kategori touring car di wilayah ASEAN, terutama Thailand.

Dengan popularitas tersebut, tak heran jika hingga saat ini banyak Great Corolla yang dijual di pasar mobil bekas, serta ada banyak komunitas yang siap membantu soal suku cadang dan perbaikannya. Greco tahun awal dapat dibanderol dengan harga hingga paling rendah sekitar Rp 35-40 juta, namun jika ingin mengincar model tahun muda yang lebih modern dan nyaman, siap-siap menyediakan mahar hingga Rp 80 juta, terutama jika sudah banyak mengalami modifikasi dan perawatan.

Baca Juga: Leapmotor Masuk RI via Indomobil: Mobil Listrik Desain Eropa Harga China!

Toyota Corona Absolute

Jika para pembalap independen mengandalkan Toyota Corolla pada awal 1990an, sebaliknya Toyota sendiri mengandalkan Toyota Corona Absolute, yang juga dijual di Eropa sebagai Toyota Carina ED. Meskipun memetik hasil yang lumayan di tanah Eropa, pada akhirnya Toyota undur diri dari ajang Super Touring Eropa setelah musim 1995, dan berganti model ke Toyota Corona Exiv dan Toyota Chaser di kandang mereka sendiri, JTCC mulai 1996.

Dengan populasi yang lebih sedikit ketimbang Corolla, banyak owner Toyota Corona Absolute yang berani banting harga dengan kisaran antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Namun siap-siap juga untuk menyediakan kocek ekstra untuk pemeriksaan dan perbaikan mobil setelah membawa pulang unit bekas.

BMW Seri 3 (E36)

Pada zamannya, BMW E36 terkenal sebagai simbol kekayaan dan kepopuleran di Indonesia, namun juga terkenal cukup sulit diperbaiki ketimbang mobil-mobil asal Jepang. Namun di wilayah asalnya dan tanah Eropa, tidak hanya E36 terkenal sebagai kendaraan sehari-hari bagi banyak lapisan masyarakat, sedan Jerman satu ini juga terkenal sebagai material mobil balap tangguh hingga sekarang.

Jika tidak terlalu khawatir soal pengalaman mengemudi dan biaya perbaikan, varian 318i dan 320i dapat dilirik dengan kisaran harga Rp 50 juta hingga Rp 90 juta, tergantung pemakaian dan riwayat servis. Varian 323i wajib diburu bagi mereka yang ingin ngebut dan punya kocek lebih, namun siap-siap menguras dompet dengan kisaran harga Rp 100 juta hingga 150 juta, juga tergantung riwayat servis dan pemakaian.

Volvo 850

‘Batu bata’ asal Swedia ini merupakan salah satu mobil yang berhasil melambungkan nama Volvo di kancah internasional. Selain memiliki konstruksi yang kokoh dan nyaman, ternyata mobil ini juga tergolong kencang digunakan, bahkan Volvo berani memperkenalkan mobil ini di BTCC dalam bentuk wagon atau mobil penumpang pada 1994, sebelum kemudian beralih ke bentuk sedan setahun kemudian.

Namun karena statusnya sebagai mobil Eropa non-Jerman, meskipun punya basis komunitas yang erat dan komplit, mobil ini bahkan lebih susah diperbaiki ketimbang pesaingnya, misal BMW dan Mercedes. Namun jika punya banyak dana untuk perbaikan dan perawatan, Volvo 850 bisa dijemput dengan harga kisaran Rp 25 juta untuk model tahun awal, hingga Rp 60 juta untuk model tahun muda.

Volvo S40

Sebagai pengganti Volvo 850 di BTCC dan STCC sejak 1997, Volvo S40 merupakan salah satu mobil terakhir yang digunakan dalam regulasi Super Touring. Meskipun tidak seunik Volvo 850, sedan bongsor ini malah jauh lebih sukses di atas lintasan hingga akhir hayatnya pada 2001.

Sebagai mobil yang lebih modern, Volvo S40 memiliki suspensi yang lebih nyaman dan dimensi lebih besar ketimbang Volvo 850, namun juga terkenal agak lebih sering rewel. Sekain itu dengan populasi yang lebih sedikit, banyak S40 yang dijual di kisaran Rp 70 hingga Rp 90 juta, belum termasuk biaya perawatan yang harus ditebus.


Tentu, semua harga tersebut belum termasuk biaya perawatan sebagaimana sering disebutkan, serta biaya modifikasi jika ingin tampil mirip mobil Super Touring sungguhan. Mobil Super Touring era awal (1993-1995) biasanya lebih mudah ditiru dengan hanya mengandalkan suspensi coilover dan velg lebih besar, namun bagi mereka yang lebih doyan mobil Super Touring era akhir (1996-2001), siap-siap menabung biaya ekstra untuk variasi body jika ingin replika yang akurat. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#harga mobil bekas #super touring #Sedang #Harga Mobil #mobil bekas