Oleh:
Suprapto Estede
Dosen STIEKIA, tinggal di Bojonegoro
Isra' dan Mi'raj adalah peristiwa paling luar biasa yang tercatat dalam sejarah Islam, yang menggambarkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini sangat sarat dengan nilai-nilai keimanan dan menyimpan hikmah yang relevan dengan kehidupan manusia, termasuk di era informasi dan digital ini. Ada beberapa aspek penting dari Isra' dan Mi'raj yang patut menjadi bahan renungan dan evaluasi pelajaran yang penting ketika kita berada dalam era modern yang dibarengi dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini.
Di antara pelajaran dari perjalanan Isra’ adalah tentang kecepatan dan konektivitas. Isra', perjalanan horizontal Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Yerusalem, menggambarkan suatu kecepatan luar biasa yang melampaui batasan ruang dan waktu. Dan di era digital sekarang ini, kemajuan teknologi memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dan bertukar informasi antar benua dalam hitungan detik melalui internet dan perangkat pintar. Namun, pelajaran penting dari Isra' adalah bahwa kecepatan itu harus diiringi oleh niat yang mulia dan tujuan yang jelas sebagaimana kemuliaan perjalanan Isra’. Artinya, teknologi yang menghadirkan kecepatan itu harus dimanfaatkan untuk kebaikan, seperti mendukung pendidikan, menyebarkan informasi yang bermanfaat, dan mempererat hubungan antarmanusia.
Isra' membawa Nabi Muhammad SAW ke Masjidil Aqsha, tempat berkumpulnya para nabi sebelumnya. Hal ini juga melambangkan pentingnya kolaborasi dan persatuan lintas bangsa. Di era digital ini, kerja sama global dapat dicapai melalui platform virtual untuk menyelesaikan berbagai masalah dunia, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial. Akan tetapi, kolaborasi ini harus didasarkan pada nilai-nilai universal seperti keadilan, kasih sayang, dan kemanusiaan, sebagaimana diajarkan dalam Islam.
Adapun salah satu hikmah dari Mi’raj adalah menanamkan spiritualitas di tengah tekanan era digital. Mi'raj, perjalanan vertikal Nabi SAW menuju Sidratul Muntaha, menunjukkan dimensi spiritual yang mendalam. Di tengah dunia digital yang serba cepat, manusia sering terjebak dalam tekanan pekerjaan, media sosial, dan konsumsi informasi yang melimpah tiada henti. Mi'raj mengajarkan pentingnya mengambil dan memanfaatkan waktu untuk refleksi, mendalami petunjuk kitab suci, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan menyadari makna dan tujuan hidup yang lebih tinggi, yang hakiki. Ibadah shalat fardlu lima waktu, yang diwajibkan dalam peristiwa Mi’raj ini, menjadi pengingat untuk selalu menjaga keselarasan dan keseimbangan antara kepentingan duniawi yang fana dan ukhrawi yang abadi.
Isra' dan Mi'raj adalah ujian keimanan bagi umat Islam, karena peristiwa luar biasa ini sulit dipercaya dengan logika biasa oleh umat pada saat itu. Dan dalam era informasi ini, komitmen pada kebenaran dan integritas juga tetap diuji, kita menghadapi tantangan besar berupa penyebaran berita-berita palsu dan disinformasi. Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan akan pentingnya membangun integritas, memverifikasi informasi, dan teguh berdiri pada kebenaran, meskipun terkadang sulit diterima oleh masyarakat.
Salah satu hasil utama dari Isra' dan Mi'raj adalah menerima perintah untuk menegakkan shalat lima waktu. Di era digital ini, umat Islam dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas shalat dan ibadah lainnya, seperti menggunakan aplikasi pengingat shalat, akses mudah ke tafsir Al-Qur'an, dan mengikuti kajian-kajian agama secara online. Teknologi seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan menjauhkan diri dari-Nya. Teknologi adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri dengan menggunakannya untuk kemaslahatan dan kebaikan, bukan malah melupakan Allah karena terlalu asyik menghabiskan waktu sia-sia dengan produk teknologi.
Jadi, kehendak Allah yang memperjalankan hamba-Nya, yakni Muhammad SAW, untuk ber-Isra' dan Mi'raj itu bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan juga menjadi sumber inspirasi abadi yang relevan dengan kehidupan modern. Kecepatan, konektivitas, spiritualitas, integritas, dan kolaborasi global adalah aspek-aspek yang dapat diadopsi untuk menghadapi tantangan di era informasi dan digital. Dengan melakukan refleksi dan menjadikan pelajaran dari Isra' dan Mi'raj sebagai panduan, umat Islam dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna seiring dengan perjalanan waktu dan selaras dengan tujuan penciptaan manusia. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana