Oleh:
Ali Efendi
BERDASARKAN kalender akademik tahun pelajaran 2024-2025 liburan semester ganjil secara resmi ditetapkan tanggal 22 Desember 2024 dengan ditandai pembagian rapor sumatif sehari sebelumnya. Maka kegiatan belajar mengajar diliburkan sekitar dua pekan dan masuk kembali tanggal 4 Januari 2025. Selama liburan siswa-siswi dikembalikan dan dibawa pengawasan penuh orang tuanya, lalu apa rencana jadwal kegiatan selama liburan? Mengingat liburan semester ganjil biasanya bersamaan dengan liburan Nataru 2025 (Natal dan Tahun Baru), serta ditandai dengan curah hujan yang tinggi.
Kondisi cuaca di penghujung tahun 2024 dan menjelang tahun baru 2025 memang terlihat kurang bersahabat. Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa tren kejadian bencana hidrometeorologi dalam sepuluh tahun terakhir, termasuk di tahun 2024 dan menjelang tahun 2025. Bencana hidrometeorologi merupakan suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfir (meteorologi), air (hidrologi) atau lautan (oseonegrafi) yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera atau dampak kesehatan lainnya, kerusakan harta benda, hilangnya mata pencaharian dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi atau kerusakan lingkungan (Leaflet Hidrometeorologi BMKG).
Contoh bencana hidrometeorologi ditandai dengan curah hujan ekstrem, banjir melanda di beberapa daerah, angin kencang (seperti angin barat di lautan), dan puting beliung yang menghantam kawasan pemukiman. Curah hujan tinggi yang mengakibatkan banjir dan longsor yang berdampak kehilangan nyawa, kerusakan lingkungan, dan kerugian lainnya. Di beberapa daerah Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota telah menertbitkan surat edaran yang bersisi pemberitahuan darurat banjir, longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya, maka dihimbau untuk tetap waspada dalam menghadapi kebencanaan.
Kondisi bencana hidrometeorologi di atas menjadi pertimbangan dalam mengisi liburan bersama keluarga dan teman sejawat. Oleh karena itu, liburan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya agar liburan bisa dinikmati dengan berkualitas yang baik. Tentu saja, ada pertimbangan lain terkait destinasi wisata yang dikunjungi, seperti wisata berbasis lokal, pertimbangan hemat biaya atau sesuai dengan bujet, dan wisata bermakna edukasi. Namun pertimbangan utama dalam memilih destinasi wisata adalah rasa aman, nyaman, dan menyenangkan selama berlibur.
Tips Liburan Hindari Bencana Hidrometeorologi
Setelah memastikan destinasi wisata dengan berbagai perencanaan yang baik, tentu saja rasa aman menjadi pertimbangan subtansial. Sebaiknya mencari informasi secara online di media gawai (smartphone) dengan mengistal aplikasi InaRISK yang menyediakan informasi mengenai risiko bencana dan cara mengantisipasi bencana. Dengan memakai aplikasi tersebut setidaknya dapat mempersiapkan sejak dini, apabila terjadi bencana di lokasi wisata.
InaRISK merupakan portal hasil kajian risiko yang menggunakan arcgis server sebagai data services yang menggambarkan cakupan wilayah ancaman bencana, populasi terdampak, potensi kerugian fisik (Rp.), potensi kerugian ekonomi (Rp.) dan potensi kerusakan lingkungan (ha) dan terintegrasi dengan realisasi pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana sebagai tool monitoring penurunan indeks risiko bencana. Berikut hal-hal perlu diperhatikan dalam mengagendakan liburan semester ganjil dan Nataru 2025:
Pertama, memastikan bahwa destinasi wisata yang dikunjungi benar-benar daerah yang aman bencana atau bukan daerah yang rawan bencana. Sebaiknya menghindari wisata di daerah yang terdampak banjir dan longsor atau destinasi wisata yang melewai daerah yang terdampak bencana. Sebagai informasi terkini di Jawa Timur terdapat daerah yang rawan terjadi gempa bumi sehingga mengakibatkan jalan raya terkelupas dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kedua, destinasi wisata yang dikunjungi telah menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) dalam satuan wisata aman bencana yang dapat diakses dan dicek informasi melalui media online. Fasilitas aman bencana, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, kelengkapan lain yang berkaitan dengan tanggap penanganan kebencanaan.
Ketiga, sebaiknya menghindari destinasi wisata berbasis hidrologi. Khususnya wisata yang menyediakan permainan air, seperti arum jeram atau permainan selancar menggunakan ban dengan aliran air berarus sungai sangat deras mengingat curah hujan hari-hari ini sangat tinggi. Begitu juga dengan wisata bahari, karena musim barat cuaca tidak bersahabat yang ditandai dengan angin sangat kencang, awan hitam pekat, dan gelombang bergulung-gulung. Hal tersebut dapat membahayakan dan bisa mengancam keselamatan jiwa, terlebih anak-anak usia sekolah.
Memang tawaran destinasi wisata dari media online selama liburan dengan beragam pilihan sangat deras hadir dalam genggaman. Maka liburan berkualitas harus direncanakan sebaik-baiknya, terutama di tengah bencana hidrometeorologi saat ini. Setidaknya destinasi wisata berbasis lokal yang dekat menjadi alternatif utama dan pertama, seperti di kawasan Bojonegoro, Blora, Lamongan, Tuban dan kabupaten/kota lainnya. Tempat wisata berbasis lokal yang ditawarkan dengan retribusi terjangkau bagi masyarakat dalam berbagai level menjadi alternatif yang realistis.
Dengan perencanaan, persiapan, dan pertimbangan rasional dalam menentukan destinasi wisata, maka harapannya liburan menjadi berkwalitas. Semoga liburan semester ganjil dan Nataru 2025 bersama keluarga dan teman sejawat berjalan dengan aman, nyaman, lancar, dan menyenangkan. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana