Radar Bojonegoro - Pemerintah pusat hingga daerah rerata kelimpungan menghadapi badai pandemi Covid-19. Namun, Pemkab Bojonegoro tetap produktif dan energik di tengah kondisi serba sulit. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menjadi pemateri tunggal di webinar nasional dengan tema Pembangunan Ekonomi Daerah, yang digelar STIE Indonesia Banking School (IBC).
‘’Bojonegoro ini menarik, karena pertumbuhan ekonominya melesat, sehingga bisa menjadi referensi untuk daerah lain,’’ kata Difi A.
Johansyah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur. Menurut dia, pembangunan ekonomi di tengah pandemi menjadi tantangan, namun di Bojonegoro ternyata mampu membuat terobosan. Sehingga, dengan pemateri dari Bupati Bojonegoro bisa menjadi percontohan untuk daerah lain.
Potensi Bojonegoro sangat besar, daerah penyumbang energi minyak dan gas (Migas) terbesar di tingkat nasional, rinciannya sekitar 30 persen. Selain itu, produktivitas padi terbesat ke tiga di tingkat Jawa Timur. ‘’Terobosan Bupati Anna ini layak untuk ditransformasikan daerah lain,’’ ujarnya.
Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam dalam menyampaikan materi menyam paikan enam pokok bahasan, dimulai dari gambaran umum Bojonegoro, sektor unggulan Bojonegoro, perkembangan infrastruktur, dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur, kemudian peran perbankan dalam pembangunan ekonomi, dan kebijakan inflasi daerah.
‘’Karena pembangunan infrastruktur itu memiliki dampak eko nomi yang luar biasa, sehingga awal-awal mendapat amanat dari masyarakat, kami fokus ke infrastruktur dulu,’’ katanya.
Bu Anna menambahkan, secara geografis Bojonegoro memiliki luas 231.145 hektare, terdiri 28 kecamatan, 11 kelurahan dan 419 desa. Kemudian dalam sebuah program juga harus melihat konsentrasi wilayah, di Bojonegoro terdapat kawan badan air 2.295 hektare, holtikultura 10.265 hektare, hutan lindung 1.530 hektare, hutan produksi tetap 94.410 hektare.
Pemukiman perdesaan 16.581 hektare, pertambangan mineral dan batuan 130 hektare. Kemudian kawasan pertambangan minyak 846 hektare, peruntukan industry 2.857 hektare, tanaman pangan 36.838 hektare, tanaman pangan KP2B 43.178 hektare, dan kawasan lain yang totalnya 231.145 hektare.
‘’Visi dan misi kami tuangkan dalam 17 program prioritas, semuanya sudah berjalan,’’ imbuhnya.
Untuk mendongkrak ekonomi di tengah pandemi, Bu Anna membuat kebijakan pinjaman UMKM bagi pedagang kecil, agar terbebas dari rentenir. Kamudian konektivitas antardaerah yang sinergi dengan program nasional.
Karena materinya menarik, webiner berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 itu terasa sangat singkat. Rerata peserta penasaran dengan terobosan Bupati Bojonegoro perempuan pertama itu.
Moderator Gatot Sugiono, Wakil Ketua II IBC, tampak kebingungan memilih pertanyaan ratusan peserta dari perguruan tinggi se Indonesia, dan ratusan lembaga jasa keuangan.
Editor : Indra Gunawan