BOJONEGORO – Jembatan jetak direncanakan untuk diperbaiki sejumlah bagiannya. Rencana perbaikkan itu dipastikan molor dari jadwal semula.
‘’Sebelumnya kami jadwal April sudah mulai. Sepertinya molor,’’ ujar PPK Jalan Nasional di Bojonegoro Kristanto Yuda kemarin.
Yuda menjelaskan, perbaikkan jembatan itu dilakukan bukan karena ada kerusakan. Jembatan itu masih dalam kondisi baik.
Namun, perbaikkan dilakukan untuk lebih menguatkan jembatan. Sebab, usia jembatan yang sudah lama membuat jembatan rawan rapuh. ‘’Jika kita kuatkan gara lebih kokoh,’’ jelasnya.
Tahun lalu jembatan itu bagian tengahnya ambrol. Ambrolnya jembatan itu disebabkan besi jembatan yang sudah lama. Selain itu, beban yang melintas di jembatan itu juga berat. Sehingga, membuat jembatan cepat rusak.
‘’Perbaikkan itu agar tidak terjadi kerusakan lagi,’’ jelasnya.
Yuda menjelaskan, jembatan itu dibangun pada 1970-an. Hingga kini belum ada pemugaran sama sekali. Hanya perawatan saja. Sehingga, sudah wajar jika ada kerusakan kecil di bagian jembatan.
Jembatan jetak adalah urat nadi Bojonegoro. Jembatan itu menjadi jalur utama untuk menuju ke wilayah barat. Jika jembatan itu rusak, maka pengendara harus melintas lebih jauh.
‘’Kita tinggal menunggu jadwal saja untuk perbaikkanya,’’ jelasnya.
Selain jembatan jetak, jembatan Bojonegoro-Nganjuk juga mengalami kerusakan di bagian pondasi tiang. Itu disebabkan gerusan air deras yang melintas di sekitar tiang.
Kasi Jalan dan Jembatan UPT Dinas PU Bina Marga Provinsi di Bojonegoro Purwanto mengatakan, perbaikkan jembatan itu belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, belum ada anggaran spesifik mengenai itu. Sehingga, harus melalui pengusulan dulu.
‘’Kalau perbaikkan sementara bisa,’’ jelasnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto