MALO - Maskot baru Bojonegoro Si Gogor belum begitu populer di telinga masyarakat. Masyarakat tak banyak tahu maskot baru dengan karakter grafis gogor atau anak macan tersebut. Perlu terobosan semua pihak agar maskot identik celengan gerabah berbentuk macan/ harimau asal Desa Rendeng, Kecamatan Malo, menjadi populer. Apalagi, baru akhir tahun lalu maskot ini dipublikasikan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Agus Supriyanto mengatakan, langkah memopulerkan maskot Si Gogor sudah banyak dilakukan. Bahkan, meminta beberapa OPD dan perusahaan memopulerkan maskot anyar tersebut. Menentukan maskot tersebut, menurut Agus, bukan sekadarnya saja. Tapi, ada proses riset dilakukan. Mulai menggali nilai sejarah hingga memunculkan maskot tersebut.
Dan, akhirnya maskot dengan karakter anak macan tertawa ini sudah dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2013. Dalam pengertian bahasa jawa, gogor adalah anak macan. Juga terinspirasi bentuk celengan khas Bojonegoro dari Desa Rendeng. Di masa keemasan pada 1980 an, celengan ini melegenda dan banyak diminati warga pada zaman itu. Dia menuturkan, Si Gogor juga memiliki fi losifi .
Kehadiran maskot dapat menggerakkan sektor wisata termasuk ekonomi kreatif. Bahkan, langkah memvisualisasi maskot tersebut telah dilakukan. Termasuk maskot tersebut sudah sampai ke Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). ‘’Kami terus lakukan sosialisasi agar maskot ini bisa dikenal,’’ katanya. Camat Malo Moh Arifi n mengatakan, adanya maskot Si Gogor itu membuat kerajinan gerabah di Desa Rendeng, semakin banyak dikunjungi masyarakat.
Apalagi saat musim sekolah. Tak hanya dari Bojonegoro, pengunjung bahkan sampai Tuban, Lamongan, Blora, hingga Rembang. ‘’Banyak anak-anak sekolah yang berkunjung,’’ ucapnya. ‘’Mereka ada yang berbelanja. Ada juga yang ikut membeli di sana,’’ kata dia. Arifin melanjutkan, adanya maskot Si Gogor memang banyak membantu perekonomian masyarkat Malo. Khususnya mereka terlibat dalam proses kerajinan gerabah Malo.
Editor : Muhammad Suaeb