FEATURES - Kang Yoto mengakhiri masa jabatannya sambil melihat debit air Bengawan Solo yang naik dari ruang kerja di lantai 6 Gedung Pemkab. Dia merasa sangat rileks menjalani hari terakhirnya.
Pagi begitu cerah Senin (12/3), meski masih terlihat ruas-ruas jalan basah sisa hujan semalam. Suasana sejuk terasa ketika jalan belum disesaki masyarakat Bojonegoro beraktivitas. Tidak ada berbeda dengan hari-hari sebelumnya bagi masyarakat Kota Ledre.
Tetapi, hal berbeda begitu terasa bagi Bupati Bojonegoro Suyoto. Dirinya harus merelakan jabatannya berakhir kemarin, setelah genap memimpin Bojonegoro selama dua periode atau 10 tahun.
Bahkan, Kang Yoto, sejak Minggu (11/3) lalu sudah boyongan dari rumah dinas ke rumahnya di Jalan Arif Rahman Hakim.
Kang Yoto mengawali pagi hari dengan menandatangani setumpuk surat harus didisposisi. Dia mengatakan, tanggungan-tanggunan harus lekas diselesaikan, sebab dirinya harus bertolak ke Surabaya untuk agenda lain, termasuk sertijab (serah terima jabatan) di Kantor Pemeritah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
Kang Yoto sejak Minggu malam juga masih memonitor perkembangan curah hujan di Bojonegoro masih tinggi. Sehingga, mengakibatkan pintu saluran Waduk Pacal tertimbun longsor.
“Tadi malam saya ikut monitor, jadi sebenarnya saya ingin mengecek ke lokasi longsor. Namun ternyata waktunya tidak mencukupi,” ujar pria asal Kecamatan Kanor itu.
Kang Yoto sangat menikmati hari terakhirnya berkantor di gedung lantai 6 pemkab setempat. Duduk santai sambil melihat Bengawan Solo yang debit airnya naik.
Serta melihat berbagai macam lukisan dipajang di ruang kantornya ia tempati sejak diresmikannya Oktober 2016 silam.
Banyak kenangan begitu membekas di ruang kantornya. Kang Yoto sempat memberikan briefing sekaligus mengingatkan bagi pejabat dinas segera melaksanakan hal-hal mendesak. “Tentunya program-program 2018 harus tetap terlaksana dengan lancar,” jelasnya.
Adapun imbuh dia, briefing diikuti seluruh asisten, kabag perekonomian, kabag pembangunan, kabah hukum, kepala dinas sosial, dan lain-lain.
Setelah briefing, Kang Yoto juga sempat mampir ke rumah dinas dia huni selama 10 tahun. Mengecek dan memastikan barang-barang ia boyong itu benar.
“Iya tadi saya juga sambil mampir ke rumah dinas untuk memastikan barang-barang saya bawa itu sudah benar. Tidak ada yang keliru,” terangnya.
Lalu, jam 12.00 kemarin, dia sudah pamit karena akan berangkat ke Surabaya. “Sebelum berangkat, salat Duhur dulu ke kantor, lalu pamit juga dengan satpam di depan gedung pemkab,” ujarnya.
Di hari terakhir masa jabatannya sebagai seorang bupati selama dua periode, dia mengatakan merasa rileks dan exciting. Tetapi dia tetap mengingatkan hal mendesak dan penting. Beda dengan ketika awal dia menjabat sebagai bupati periode pertama dan kedua.
“Dulu saya merasa kepala saya penuh karena banyak agenda harus saya lakukan. Sebab membangun Bojonegoro 10 tahun lalu itu mulai dari minus ke nol, baru ketika periode kedua itu dari nol ke plus,” terangnya.
Dia pun mengingatkan kekurangan dan kelemahan agar sistem pemerintahan semakin baik. “Seperti saya katakan pada last briefing bahwa waktu 10 terasa lama, tetapi waktu untuk membangun terasa cepat,” ujarnya.
Ketika perjalanan ke Surabaya, Kang Yoto ditemani ajudan dan kedua sekretaris pribadinya. Ada pejabat pemkab lain menyusul seperti Pj sekda, kabag umum, kabag humas protocol, dan kepala bappeda.
Agenda ke Surabaya hari ini, Kang Yoto akan melakukan pelantikan penjabat (Pj) bupati.
“Besok sudah langsung ada pelantikan Pj bupati, jadi saya tinggal menyaksikan saja, acaranya pukul 07.00,” terangnya. Kang Yoto juga mampir di kantor Inspektorat Jawa Timur menandatangani komitmen bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Editor : Bachtiar Febrianto