BOJONEGORO – Antusiasme masyarakat muslim di Bojonegoro untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, yakni naik haji sangat tinggi. Berdasarkan data kantor kementerian agama (Kemenag) setempat, jumlah total warga Kota Ledre yang masuk daftar tunggu haji reguler mencapai 26.000 orang, dengan masa antre selama 22 tahun.
“Tahun ini masa tunggu haji Bojonegoro 22 tahun. Kalau mendaftar tahun ini, berangkatnya 2040,” kata Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro, Masrukhin jumat (9/3). Setiap tahunnya, lama antrean keberangkatan haji semakin bertambah. Tahun lalu lama antrean 21 tahun, sedangkan tahun ini menjadi 22 tahun daftar tunggunya.
Menurut dia, jumlah pendaftar haji di Bojonegoro rata-rata sekitar 170 orang per bulan. Sehingga, masa tunggu pemberangkatannya semakin lama. “Tahun lalu masa tunggunya 21 tahun, tahun ini 22 tahun,” ungkapnya. Kalau untuk haji plus, dia mengaku tidak mengetahui daftar maupun masa tunggunya. Sebab, yang mengelola provinsi.
“Kalau haji plus mungkin tidak selama haji reguler masa tunggunya,” ujar dia. Dia melanjutkan, setoran awal haji saat ini sebesar Rp 25 juta. Artinya, seseorang baru bisa mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji bila sudah setor Rp 25 juta. Regulasi tersebut berdasarkan UU Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji. Penetapan besaran setoran ini penting, guna memastikan keseriusan calon jemaah haji (CJH).
“Kalau murah setoran awalnya, tentu akan membeludak yang mendaftar,” jelasnya. Selanjutnya, terang dia, CJH wajib melunasi kekurangan biaya haji ketika sudah mendapat porsi. “Pelunasannya pun akan berbeda-beda tiap tahunnya. Sebab, ada kemungkinan tiap tahun biaya haji naik,” katanya. Menurut dia, ada pengecualian bagi CJH lanjut usia (lansia).
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler, CJH yang sudah berusia 75 tahun ke atas dan sudah mengantre minimal tiga tahun, bisa mengajukan percepatan. Sementara itu, Handayani, 51, warga Kecamatan Kota mengatakan, sudah mendaftar haji sejak 2012. Lama antrean sekitar 13 tahun. “Kemungkinan saya berangkat sekitar tujuh tahun lagi, semoga masih diberi kesempatan oleh Allah SWT,” terangnya.
Editor : Muhammad Suaeb