Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tri Firmansyah, Populerkan Photo Wood di Bojonegoro

Bachtiar Febrianto • Jumat, 23 Februari 2018 | 17:40 WIB
Tri Firmansyah, Populerkan Photo Wood di Bojonegoro
Tri Firmansyah, Populerkan Photo Wood di Bojonegoro

Pria bertubuh gempal dan bertato itu tak ingin berhenti mengeksplorasi kreativitasnya. Pria bernama Tri Firmansyah, dulu pernah berbisnis bengkel sepeda motor, lalu diubahnya menjadi warung kopi. Kini, warung kopi sudah dijalankan istrinya, dia memilih  kerajinan kayu.Saat melewati Jalan Dr Cipto Bojonegoro, hal yang terlintas pertama ialah berjejernya warung kopi di sepanjang jalan tersebut.


Tak heran di pinggir trotoar berderetan sepeda motor para pemburu kopi. Salah satu warung kopi yang unik di jalan tersebut ialah milik seorang pria berbadan gempal dan penuh tato. Ketika mampir di warung kopi miliknya, Jawa Pos Radar Bojonegoro langsung ke belakang rumahnya yang berdempetan dengan warungnya.


Pria bernama Tri Firmansyah itu sedang sibuk mengolah kayu yang akan dibuat rak mini.Pria yang akrab dipanggil Tole mengaku, photo wood merupakan proyek pertamanya ketika ingin terjun dalam bisnis kerajinan kayu.


Sebab, menurut dia, pangsa pasarnya sangat bagus. Karena, di Bojonegoro belum ada photo wood, sehingga dia termasuk yang memopulerkannya di Bojonegoro. Menurut dia, anak muda masa kini hobi foto-foto, kalau dicetak dengan kertas terlalu umum, lebih unik diaplikasikan pada kayu.


Awal memulai bisnis tersebut juga tidak terlalu direncanakan. Sebab, niat awalnya Tole ingin merenovasi sekaligus mengubah konsep warung kopinya dari yang retro menjadi lebih industrial.


“Ingin mengubah konsep warung kopi karena sudah terlalu banyak yang sama konsepnya di Bojonegoro, jadi pengin penyegaran setelah dua tahun berdiri,” tuturnya. Namun, ketika dalam proses menabung untuk membeli bahan kayu dan alat-alat untuk pengerjaan renovasi warung kopinya, Tole merasa jenuh.


Demi menepis rasa jenuh karena tiap hari tidak ada kegiatan, dia pun mencari informasi terkait kerajinan kayu. “Rugi kalau tidak memaksimalkan bakat seni dan teknis saya,” ujarnya. Dia menemukan kerajinan photo wood yang belum ada di Bojonegoro.


Dia pun sempat mengajarkan cara membuat photo wood yang tidak terlalu ribet. Bahannya kayu, kertas hvs, printer, lem kayu, air, minyak goreng, dan pernis. Jadi awalnya gambar atau foto di-print dengan cara dibuat mirror, lalu ditempel ke kayu menggunakan lem kayu, dikeringkan, dan dikelupas kertasnya.


Selanjutnya, kerajinan lain pun dia kerjakan, namun dia masih fokus dengan benda-benda yang minimalis. Diantaranya jam, gantungan kunci, asbak, dan pot kaktus. 



 

Editor : Bachtiar Febrianto