RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebagian besar menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih mungkin dapat bernafas lega setelah hadir dalam taklimat nasional yang digelar Presiden RI, Prabowo Subianto pada Rabu sore (8/4). Selain memberikan arahan kinerja dari Presiden Prabowo, belum ada tindakan lain yang dilakukan pemerintahan terhadap susunan kabinet.
Sempat diisukan bakal terjadi reshuffle atau pergantian satu atau lebih menteri, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menampik hal tersebut. Selain itu, rencana efisiensi berupa pemotongan gaji menteri juga belum ditetapkan.
"Belum, belum sampai dibahas," jelasnya usai menghadiri taklimat sebagaimana dikutip dari Antara.
Ketika disinggung mengenai rencana evaluasi kinerja menteri oleh Presiden Prabowo, Hadi membenarkan hal tersebut. Hanya saja, Hadi menekankan bahwa evaluasi yang dilaksanan lebih bersifat ke evaluasi harian, dan tidak seberat yang diperkirakan publik.
“Kalau pertanyaannya apakah ada evaluasi terhadap kinerja kabinet, tentu itu setiap saat, setiap hari, setiap waktu tentu terjadi evaluasi. Evaluasi itu dalam konteks apakah kami sebagai pembantu Presiden sudah menjalankan tugas dengan baik. Tapi bukan berarti setiap evaluasi berujung pada reshuffle,” papar Hadi.
Baca Juga: Pemerintah Ketok Palu Harga BBM 1 April 2026 Batal Naik, Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying!
Selain berbagai menteri Kabinet Merah Putih, berbagai direktur utama Badan Usaha Milik Nasional (BUMN) dan pejabat eselon 1 turut hadir dalam taklimat nasional tersebut. Taklimat tersebut juga menandai satu setengah tahun kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden RI.
"Kita dapat navigasi melalui hal-hal yang berbahaya, tapi 1,5 tahun ini alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik," ujar Prabowo.
Selain memuji kinerja para menteri yang ia pimpin, Presiden Prabowo juga mengingatkan agar pemerintahan tetap kuat dan tegar menghadapi konflik global yang banyak memengaruhi hubungan dan perekonomian internasional, termasuk Indonesia sendiri.
“Di tengah prestasi yang nyata ini, kita menghadapi keadaan dunia yang penuh dengan ketidakpastian, dengan penuh konflik, peperangan di mana-mana, yang telah mengakibatkan guncangan-guncangan stabilitas dunia," tambahnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana