RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As Sanusiyyah, Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kabupaten Blora, mengakui telah menemukan roti berjamur saat penyortiran malam sebelum distribusi pada hari Selasa.
Kepala SPPG Yayasan As Sanusiyyah Muhammad Arief Rohman Azis mengatakan, temuan jamur berasal dari satu jenis roti, yakni roti keju, dari total tiga varian yang disiapkan.
“Malam kita juga menyortir, dan memang ada beberapa yang berjamur,” ujarnya. Mengetahui hal itu, pihak dapur melakukan penyortiran ulang untuk memastikan roti yang dikirim dalam kondisi layak.
Namun, setelah distribusi ke sekolah, masih ditemukan roti berjamur oleh penerima. “Setelah penyortiran kedua, yang dikirim itu yang tidak berjamur. Tapi, saat sampai di sekolah, ternyata ada yang berjamur,” ungkapnya.
Arief mengaku, pihaknya juga menyimpan sampel roti yang tidak menunjukkan tanda jamur. Ia belum mengetahui pasti penyebab munculnya jamur pada roti yang telah didistribusikan.
Ia menegaskan tidak semua roti dalam kondisi rusak. Namun, keterbatasan waktu menjadi kendala untuk mengganti seluruh menu.
“Tidak semua berjamur. Dengan waktu yang mepet, cukup riskan kalau harus mengganti semuanya,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengevaluasi dan melayangkan komplain kepada supplier. Bahkan, tidak menutup kemungkinan memutus kerja sama.
“Kita akan komplain ke supplier UMKM. Kalau perlu, kita blacklist,” tegasnya.
SPPG juga menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat dan berkomitmen lebih selektif dalam memilih penyedia bahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang.(ozi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko