RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) di Blora tercoreng. Sebanyak 349 roti menu MBG di SMP Negeri 5 Blora, Selasa (24/2), terpaksa disisihkan. Penyebabnya jamur hijau dan bau kecut menyengat.
Roti itu didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As Sanusiyyah, Desa Kamolan, Kecamatan Blora.
Namun, sebelum dibagikan ke siswa, pihak sekolah lebih dulu melakukan pengecekan. “Kami cek dulu sebelum dibagikan. Ada satu jenis roti terindikasi berjamur. Jadi kami sepakat untuk disisihkan,” tegas Kepala SMPN 5 Blora, Widianto.
Menu yang dikirim disebut sebagai paket tiga hari. Saat diperiksa, jamur sudah tampak di permukaan roti.
Tak hanya itu, aroma tak segar juga tercium. Sekolah pun memilih tak mengambil risiko. “Ini demi keamanan anak-anak. Insyaallah roti akan kami kembalikan,” ujarnya.
Widianto memastikan, pemeriksaan tak hanya pada roti. Tanggal kedaluwarsa susu dan kondisi buah juga dicek.
Namun, khusus roti, temuan visual dan bau menjadi alasan kuat penghentian distribusi. Temuan itu telah dilaporkan ke pihak dapur dan sekolah diminta menyisihkan roti tersebut.
“Tidak mungkin saya bilang ada jamur kalau tidak ada buktinya,” katanya. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tak menuntut penggantian.
“Kami tidak jual beli dengan dapur. Soal ganti atau tidak, itu kewenangan mereka. Yang penting makanan yang terindikasi tidak kami bagikan,” tandasnya.
Sementara itu, saat didatangi di lokasi dapur, pihak SPPG Yayasan As Sanusiyyah memilih bungkam. Tak ada penjelasan resmi terkait roti berjamur yang sempat masuk ke lingkungan sekolah. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko