RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan bahwa sejumlah perjalanan kereta api dari arah barat menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan kedatangan akibat luapan air yang terjadi di KM 32+5/7 pada petak jalan antara Stasiun Karangjati–Stasiun Gubug, Senin (16/2) pukul 09.59 WIB.
Genangan air yang menutupi kepala rel di sekitar jembatan mengakibatkan jalur tidak dapat dilalui secara normal. Sebagai langkah antisipatif, KAI menerapkan pola operasi memutar melalui lintas Brumbung–Gundih–Gambringan maupun sebaliknya. Rekayasa operasional ini dilakukan agar perjalanan kereta api tetap dapat dilayani melalui rute alternatif, meskipun berdampak pada penambahan waktu tempuh pada sejumlah perjalanan.
Adapun beberapa perjalanan kereta api yang terdampak perubahan pola operasi dan keterlambatan kedatangan antara lain:
- KA 40 Sembrani relasi Gambir–Surabaya Pasarturi
- KA 166 Dharmawangsa Ekspres relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi
- KA 264 Ambarawa Ekspres relasi Semarang Poncol-Surabaya Pasarturi
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa kebijakan perubahan pola operasi merupakan langkah preventif yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan KA.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini. Keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama KAI. Saat ini, petugas prasarana bersama unit terkait terus melakukan percepatan penanganan di lokasi agar jalur dapat segera dinyatakan aman dan operasional kembali normal,” ujar Mahendro.
Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI di 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau melalui aplikasi Access by KAI.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan untuk senantiasa memantau informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan dengan mempertimbangkan potensi keterlambatan. KAI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana